Kasus Penganiayaan Sadis yang Dilakukan 5 Alumni Terhadap 9 Adik Kelasnya Mulai Diusut Polisi

“Kita ingin tradisi penataran senioritas itu enggak ada lagi. Pelaporan ini juga sudah kita bicarakan matang-matang.

Kompas.com/ERICSSEN
Ilustrasi penganiayaan. 

“Kita ingin tradisi penataran senioritas itu enggak ada lagi. Pelaporan ini juga sudah kita bicarakan matang-matang. Semoga pelaku bisa mendapat ganjaran sepantasnya,” ujarnya.

Siap jadi saksi

Menanggapi kejadian itu, Kepala Sekolah MTS Madrasah Pembangunan, Momon Mujiburahman, menyayangkan hal itu.

Pihaknya sudah mengetahui kejadian itu atas laporan para orang tua murid korban.
Momon juga mengatakan, sudah memediasi antara orang tua korban dengan para pelaku dan orang tuanya.

“Kami sangat menyayangkan kejadian itu. Pada dasarnya sudah di tingkat kami. Sudah kami lakukan pertemuan kedua belah pihak. Orang tua korban, orang tua pelaku dan pelaku sudah tanda tangan di atas materai. Kami juga sudah datang ke rumah para orang tua korban,” ujar Momon melalui sambungan telepon, Senin (4/11/2019), seperti dilansir TribunJakarta.com.

Momon juga menambahkan, pihaknya sebagai korban, mengambil banyak pelajaran dari kejadian itu dan sudah menyiapkan sejumlah kegiatan preventif agar tidak terjadi peristiwa serupa.

“Kedua kami sudah melakukan kegiatan preventif agar hal serupa tidak terjadi lagi. InsyaAllah sih tidak. Dan ini menjadi pelajaran bagi kami,” jelasnya.

Mengetahui kejadian itu berlanjut ke jalur hukum, Momon siap koperatif kepada aparat.
Ia mengatakan siap memberikan kesaksian sejujur-jujurnya.

Penulis: Zaki Ari Setiawan
Editor: Dedy
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved