Berita Video

VIDEO: Fiersa Besari Bikin Soundtrack Film Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan.

Sebelumnya, Fiersa mengira lagu yang dibuatnya untuk mengisi adegan sedih atau galau.

VIDEO: Fiersa Besari Bikin Soundtrack Film Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan.
Warta Kota/Feryanto Hadi
Fiersa Besari 

Mendapat kabar bahwa dirinya ditunjuk menjadi musisi yang akan mengisi soundtrack film anyar garapan Ernest Prakasa membuat Fiersa Besari bungah luar biasa.

Dengan bersemangat ia membawa novel karya Meira Anastasia yang akan diadopsi jadi film berjudul Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan. Ia juga mempelajari sebagian draft skenario agar isi lagu selaras dengan adegan film.

Namun rasa senangnya itu sempat berubah menjadi perasaan kesal. Dua kali materi lagu yang diajukan ternyata mendapat "penolakan".

Sebelumnya, Fiersa mengira lagu yang dibuatnya untuk mengisi adegan sedih atau galau.

"Ternyata saya ditugaskan untuk membuat lagu yang berisi penyemangat. Dan bukan untuk penggalan adegan, lagu harus dibuat mewakili atau merangkum isi seluruh film. Dua kali saya mengajukan nada dan lirik, saya merasa Ernest dan Meira masih kurang sreg meskipun mereka tak menyampaikan secara langsung," ungkap Fiersa di Hongkong Cafe, Jalan Sunda, Menteng, Jakarta Pusat, belum lama ini

Selain berdiskui dengan Ernest dan Meira, Fiersa sempat dipusingkan saat berdiskusi soal konsep atau aransemen dengan Ifa Fachir

Menurut Fiersa, Ifa Fachir yang ditugasi mengaransemen musik dalam film itu sempat menguliti materi lagunya. Bahkan, sempat terjadi perdebatan untuk mencari jalan tengah. Keduanya sepakat lagu yang akan dijadikan soundtrack tak menghilangkan karakter vokal dan lirik dari Fiersa namun juga sesuai dengan aransemen yang dibutuhkan untun membangun mood dalam film.

Fiersa pusing kepala memikirkan konsep yang tepat. Ia kerap menyendiri, mengulik lagunya dengan berbagai konsep, hingga ia merasakan kekesalan. Di sisi lain, ia dikejar waktu karena penayangan film tersebut tinggal beberapa bulan saja.

Hingga suatu waktu ada momen dimana ia merasa mendapatkan ilham atau jalan keluar dari kebuntuan yang dirasakannya.

Fiersa bercerita bahwa suatu ketika ia pindahan rumah sehingga banyak kerabat yang datang ke rumah barunya itu untuk membantu membawa barang-barang dari rumah lamanya. Di sela kesibukannya, ia menyempatkan waktu menyendiri di lantai dua rumahnya untuk merampungkan lagu untuk soundtrack film itu.

Tetapi, ia merasa terusik dengan keramaian keluarganya di lantai bawah. Konsentrasinya terganggu. Dengan nada sengak ia mengungkapkan kekesalannya itu kepada sang istri, namun istrinya malah ngambek.

"Saya bilang ke istri soal itu malah dia jadi ikut kesal dan kita bertengkar. Tapi karena bertengkar hanya gara-gara masalah sepele, saya jadi melihat dari sudut pandang istri saya dan akhirnya bisa menyelesaikan lagu ketiga kalinya yang disukai Ernest dan Meira," tandasnya

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved