Sabtu, 25 April 2026

Lelang Jabatan DKI

Dua Kepala Dinas DKI Jakarta Mundur, Anies Baswedan Bakal Buka Lelang Jabatan

Dua Kepala Dinas DKI Jakarta Mundur Menyusul Masuknya Anggaran Influencer dan Lem Aibon, Anies Baswedan Bakal Buka Lelang Jabatan

Penulis: Fitriyandi Al Fajri |
KOMPAS.COM/NURSITA SARI
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta Sri Mahendra Satria Wirawan mengumumkan pengunduran diri dari jabatannya di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (1/11/2019). 

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membuka lelang jabatan untuk dua posisi eselon II. Menyusul mundurnya Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta Edy Junaedi serta Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta Sri Mahendra Satria Wirawan beberapa hari lalu.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, lelang jabatan diperlukan untuk mengisi kekosongan birokrasi di pemerintahan. Harapannya roda pemerintahan daerah tetap berjalan dengan baik.

“Bukan hanya Bappeda, tapi Pariwisata dan Kebudayaan juga akan diumumkan rekrutmen terbuka. Karena tahun depan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dipisah,” kata Anies di Jalan Sudirman saat Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB), Minggu (3/11/2019).

Anies mengatakan, lelang jabatan ini terbuka bagi aparatur sipil negara (ASN) dari manapun asalkan pangkat dan golongannya mencukupi untuk jabatan pimpinan tinggi pratama.

Untuk sementara waktu, kata Anies, posisi Disparbud dan Bappeda diisi oleh Pelaksana tugas (Plt).

“Jadi memang akan ada rekrutmen terbuka dan untuk Bappeda, itu akan dibolehkan ASN dari luar DKI untuk mendaftar jadi terbuka untuk semua,” ujar Anies.

 Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta Edy Junaedi  mundur dari jabatannya beberapa waktu lalu
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta Edy Junaedi mundur dari jabatannya beberapa waktu lalu (Warta Kota/Theo Yonathan Simon Laturiuw)

Edy Junaedi mundur dari jabatannya karena ingin menjadi staf di Anjungan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur.

Sedangkan Mahendra mundur menjadi widyaiswara di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) DKI Jakarta.

Mereka mundur di tengah polemik pembahasan dokumen Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) untuk APBD 2020.

Di antaranya usulan dana influencer Rp 5 miliar, pengadaan pulpen Rp 123 miliar dan lem aibon Rp 82,8 miliar. 

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved