BPJS Kesehatan

Warga; Kenaikan BPJS Harus di Barengi dengan Peningkatan Layanan

Mulai tahun depan Pemerintah menaikkan iuran BPJS, kenaikan ini dilakukan sebagi bentuk menutupi defisit yang di alamai BPJS Kesehatan.

Warga; Kenaikan BPJS Harus di Barengi dengan Peningkatan Layanan
Warta Kota/Joko Supriyanto
sejumlah pasien BPJS nampak mengantri di loket pelayanan kesehatan di RSUD Tarakan Jakarta. Jumat (1/11/2019) 

Mulai tahun depan Pemerintah menaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), kenaikan ini dilakukan sebagi bentuk menutupi defisit yang dialamai BPJS Kesehatan.

Namun, atas kenaikan ini menuai berbagai respon dari masyarakat banyak diantarnya mengeluhkan akan adanya tarif iuran BPJS ini, tapi adapula yang tak mempermasalahkan kenaikan itu.

Seperti yang dialami oleh Suyatno (50) warga Cideng, Jakarta Pusat.

Dirinya merupakan warga yang ikut dalam program pemerintah tersebut. Atas kenaikan ini ia sebenarnya cukup kecewa karena kenaikan cukup tinggi.

"Ya kalo sebagai rakyat bawah pasti merasa keberatan kalo naik. Secara kalo saya aja ambil yang kelas III, di keluarga ada 4 orang udah tau perbulan kita harus nambah berapa lagi kan," kata Suyatno saat ditemui di RSUD Tarakan Jakarta, Jumat (1/11/2019).

 Ahok BTP: Justru e-Budgeting Ungkap Pembelian Lem Aibon dan Pulpen

 Ini Tiga Kritik KERAS Pengamat Soal Anggaran Lem Aibon Capai Rp 82,8 Miliar di Disdik DKI

 Pagar Mewah Rp 80 Juta Roboh Karena Perbaikan Selokan Air, Pemilik Tuntut Ganti Rugi

 HEBOH Jenazah Wanita Hidup Lagi Seusai Disentuh Suaminya, Sudah 3 Hari Meninggal & Nyaris Dikremasi

Meski dirinya hanya sebagai driver ojek online dan sanggup membayar iuran BPJS itu, namun tetap saja, akan membebankan masyarakat terlebih yang memiliki penghasilan yang tidak tetap.

Di sisi lain, ia juga mempermasalahkan layanan BPJS yang kurang maksimal.

Sebab, ia mengaku layanam penguna BPJS kerap kali dinomor duakan, padahal setiap bulannya, masyarakat telah dibebani untuk membayar iuran. Sehingga jika kenaikan tidak dibarengi dengan peningkatan layanan, sama membebani masyarakat.

"Kadang kita pakai BPJS aja di nomor duakan layakan kurang dipandang. Jadi kalopun naik dan layanannya kurang ya sama saja, ini membebani," katanya.

 Keberadaan PKL Ternyata Malah Merusak Tampilan Jalur Sepeda di Kembangan

Halaman
123
Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved