Event

Tumbuhkan Rasa Cinta Batik, IPBN Gelar 'Malam Grand Final Pemilihan Putra Putri Batik 2019‎'

IKATAN Pecinta Batik Nusantara (IPBN) akan menggelar 'Malam Grand Final Pemilihan Putra Putri Batik 2019‎'pada 2 November 2019.

Tumbuhkan Rasa Cinta Batik, IPBN Gelar 'Malam Grand Final Pemilihan Putra Putri Batik 2019‎'
Wartakotalive.com/Ign Agung Nugroho
Salah satu finalis yang akan tampil di 'Malam Grand Final Pemilihan Putra Putri Batik 2019?', di Balairung Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Gambir, Jakarta Pusat pada 2 November 2019. 

Kegiatan ini menjadi wahana regenerasi yang efektif untuk menumbuhkan rasa cinta dan kebanggaan pada batik di kalangan generasi milenial, sekaligus untuk meningkatkan industri batik di tanah air.

IKATAN Pecinta Batik Nusantara (IPBN) akan menggelar 'Malam Grand Final Pemilihan Putra Putri Batik 2019‎', di Balairung Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Gambir, Jakarta Pusat pada 2 November 2019.

Ajang tersebut menghadirkan 28 finalis dari berbagai daerah.

Mereka akan tampil dan mengenakan batik khas dari daerah yang diwakilkannya.

Mulai Jumat Ini, Stasiun Bekasi Layani Tiga Pemberangkatan KA Jarak Jauh, Ini Rute-rutenya

Siapa Berani Wisata ke 10 Tempat Angker di Jakarta?

Selain itu, para finalis juga akan tampil dengan balutan busana batik dari Warwick Purser Equatorial, Toean Batik, Jesus Cedeno, Fatih Indonesia, dan ETNOS by Yongki Budisutisna.

mengatakan, pemilihan Putra Putri Batik Nusantara 2019 kali ini, merupakan ajang ke-9 kalinya.

Sebagai penggagas acara, IPBN ingin lebih mengenalkan batik sebagai warisan seni dan budaya Indonesia kepada generasi milenial.

"Dengan kegiatan ini, kami harapkan anak muda Indonesia enggak malu lagi pakai batik, karena sekarang kreasi batik enggak monoton dan punya niali seni yang tinggi," kata Sapta saat ditemui di Grand Indonesia, Jakarta Pusat baru-baru ini.

Lebih lanjut Sapta menjelaskan, melalui kegiatan ini, IPBN ingin mengkurasi corak batik yang ada di Indonesia untuk kemudian dipatenkan.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi wahana regenerasi yang efektif untuk menumbuhkan rasa cinta dan kebanggaan pada batik di kalangan generasi milenial, sekaligus untuk meningkatkan industri batik di tanah air.

"Ujungnya mampu menjadi produk kreatif yang benar-benar memberikan dampak positif terhadap perekonomian nasional," kata Sapta.

Diketahui, batik Indonesia telah diakui oleh UNESCO sebagai Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity sejak tahun 2009.

Penulis: Ign Agung Nugroho
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved