Isu Makar

Sebut Kasusnya Rekayasa, Kivlan Zen: Saya Tidak Bersalah 100 Persen

MAYOR Jenderal TNI (Purnawirawan) Kivlan Zen mengklaim kasus kepemilikan senjata api dan amunisi ilegal yang menjeratnya, merupakan hasil rekayasa.

Sebut Kasusnya Rekayasa, Kivlan Zen: Saya Tidak Bersalah 100 Persen
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayjen (Purn) Kivlan Zen menjalani sidang perdana kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Jakarta, Selasa (10/9/2019). Kivlan Zen ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus makar dan kepemilikan senjata api ilegal. 

Kivlan Zen memakai baju berwarna merah dibalut jaket berwarna hitam, celana kain panjang berwarna hitam, serta sandal jepit. Dia juga memakai masker penutup mulut.

KISAH Menteri Agama Marahi Pejabat BUMN karena Tak Hormati Lagu Indonesia Raya, Dianggap Sakit

Dia mengaku baru saja tiba dari Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto. Dia masih menjalani rawat inap di rumah sakit tersebut

"Saya dari RSPAD (Gatot Soebroto) dalam keadaan sakit. Saya masih menjalani rawat inap," aku Kivlan Zen.

Sebelumnya, Kivlan Zen sempat berhalangan hadir di persidangan, karena harus menjalani operasi pengangkatan bekas serpihan granat yang berada di kaki bagian kiri.

Menteri Agama Bakal Larang Pemakaian Cadar di Instansi Pemerintah, PKB: Sebaiknya Saling Menghargai

Dia mengaku operasi pengangkatan bekas serpihan granat itu belum selesai.

Namun, dia memaksakan untuk dapat hadir di persidangan dalam rangka membacakan nota pembelaan.

"Operasi belum selesai, masih ada pengangkatan lagi. Saya meminta diangkat (serpihan granat), susah jalan," tuturnya.

Wakil Ketua Komisi A DPRD Semprot Kader PSI yang Bocorkan Dokumen KUA-PPAS DKI: Jaga Tata Krama!

Dia menegaskan, agenda pembacaan nota pembelaan merupakan kesempatan baginya untuk membantah semua dakwaan jaksa.

Dia menilai, kasus kepemilikan senjata api dan amunisi ilegal yang menjeratnya itu telah direkayasa.

"Tidak merasa sehat, tetapi karena disuruh saya hadir saja."

Rencana Larangan Cadar di Instansi Pemerintah, PKS: Itu Ruang Privat, Jangan Diintervensi Negara

Halaman
1234
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved