Isu Makar

Sebut Kasusnya Rekayasa, Kivlan Zen: Saya Tidak Bersalah 100 Persen

MAYOR Jenderal TNI (Purnawirawan) Kivlan Zen mengklaim kasus kepemilikan senjata api dan amunisi ilegal yang menjeratnya, merupakan hasil rekayasa.

Sebut Kasusnya Rekayasa, Kivlan Zen: Saya Tidak Bersalah 100 Persen
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayjen (Purn) Kivlan Zen menjalani sidang perdana kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Jakarta, Selasa (10/9/2019). Kivlan Zen ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus makar dan kepemilikan senjata api ilegal. 

Dia menjelaskan, eksepsinya mengenai bantahan terkait tempat, kejadian, dan waktu kejadian, bahwa apa yang didakwakan jaksa tidak benar.

"Saya sampaikan dengan data, bukti, saksi. Saya siap (membuktikan)."

Tidak Tanya Kasus Novel Baswedan, Komisi III: Jokowi Saja Tak Mampu, Masa Kapolri Baru Bisa?

"Jadi semua saya membantah dakwaan. Saya tidak bersalah. Saya menyerahkan semua kepada hakim," ujarnya.

Dia menuding, Iwan sengaja menjeratnya dan Habil Marati.

"Saya tidak ada kaitan sama senjata. Bisa saya buktikan senjata itu sudah dipegang lalu dia (Iwan) katakan saya minta senjata sama dia."

Anies Baswedan Salahkan e-Budgeting, Ahok: Sistem Berjalan Baik Jika yang Input Data Tak Niat Maling

"Saya tidak bersalah dan (kasus) rekayasa. Kelihatan Iwan dipaksa mengaku satu perbuatan ke arah saya kejadian 21-22 Mei," paparnya.

Kemarin, Kivlan Zen menghadiri sidang kasus kepemilikan senjata api dan amunisi ilegal beragenda pembacaan nota pembelaan.

Berdasarkan pemantauan, mantan Kepala Staf Kostrad itu tiba di ruang sidang dalam posisi duduk di kursi roda.

Bakal Dilarang di Instansi Pemerintah, Menteri Agama Bilang Cadar Tidak Diatur di Alquran dan Hadis

Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan Kivlan Zen ke persidangan.

Tim Jaksa Penuntut Umum mendorong kursi roda Kivlan Zen hingga berada di bagian depan di deretan kursi pengunjung sidang.

Halaman
1234
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved