Breaking News:

Travel

Mengenal Lebih Dekat Karya Seni Rupa Seniman Indonesia dan Mancanegara di Galeri Nasional Indonesia

Selain memamerkan karya seni, Galeri Nasional Indonesia juga melakukan preservasi (konservasi, restorasi), akuisisi dan dokumentasi.

Editor: Intan Ungaling Dian
Warta Kota/Janlika Putri
Gedung Galeri Nasional Indonesia, Gambir, Jakarta Pusat. 

Material banguan diambil dari bekas Kasteel Batavia.

Pada tahun 1900 gedung ini merupakan bagian dari Gedung Pendidikan yang didirikan oleh Yayasan Kristen Carpentier Alting Stitching ( CAS ) untuk asrama khusus putri.

Yayasan tersebut bernaung di bawah Ordo Van Vrijmetselaren atas prakarsa pendeta Ds Albertus Samuel Carpentier Alting ( 1837-1935).

Begini Cara Gading Marten Memilih Teman Traveling, Ogah Pilih yang Bikin Ribet

Gedung berarsitektur kolonial Belanda ini sebagai usaha pendidikan pertama di Hindia Belanda.

Setelah masa kemerdekaan, tepatnya pada tahun 1955, pemerintahan Republik Indonesia melarang kegiatan pemerintah dan masyarakat Belanda di gedung tersebut.

Bangunan dan pengelolaan usaha pendidikan tersebut kemudian dialihkan kepada Yayasan Raden Saleh yang masih penerus CAS dan tetap dibawah Vijmetselaren Lorge.

Berdasarkan keputusan yang dikeluarkan penguasaan tertinggi No5 tahun 1962 yang ditanda tangani oleh Presiden Soekarno, gerakan Vijmetselaren Lorge dilarang.

Yayasan Raden Saleh pun dibubarkan.

Sekolah beserta segala peralatannya diambil alih oleh pemerintahan Republik Indonesia dan diserahkan kepada Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Setelah diakusisi oleh pemerintah Indonesia, berdasarkan keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, maka pada Mei 1999, gedung tersebut  menjadi Galeri Nasional Indonesia hingga saat ini.

Khasiat Buah-buahan China Untuk Kesehatan Tubuh Anda

8 Makanan Untuk Meningkatkan Kolesterol Baik ‘HDL’ Anda dan Mencegah Serangan Jantung!

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved