Breaking News:

Berita Duka

Kenangan Terakhir Bek Timnas U-16 Alfin Lestaluhu, Jebol Gawang Filipina dengan Tendangan Berkelas

Bek Timnas U-16 Indonesia Alfin Farhan Lestaluhu meninggalkan banyak kenangan manis, termasuk menjebol gawang Filipina dengan tendangan berkelas.

dok PSSI
Alfin Lestaluhu pemain Timnas U-16 meninggal dunia akibat infeksi otak di RS Harapan Kita, Kamis (31/10/2019) 

Bek kanan Timnas U-16 Indonesia Alfin Farhan Lestaluhu meninggalkan banyak kenangan manis sebelum berpulang pada Kamis (31/10/2019).

Salah satunya saat tampil di Kualifikasi Puala Asia U-16 2020.

Sebelum pulang kampung ke Ambon, Alfin membela Merah Putih di ajang Kualifikasi Piala Asia U-16 2020.

Bahkan pemain bernomor punggung 2 itu juga menjadi bintang pada laga perdana Indonesia di ajang tersebut.

Bersama Timnas U-16 Indonesia.
Alfin (2) bersama Timnas U-16 Indonesia. (PSSI)

Alfin mencetak satu gol ke gawang Filipina kala Timnas Indonesia U-16 menang telak dengan skor 4-0.

Pemain kelahiran Tulehu 28 Februari 1990 itu mencetak gol ketiga pada laga tersebut, tepatnya pada menit ke-52.

Gol yang ia cetak juga cukup berkelas.

Sebab ia membuat torehan angka melalui sudut sempit di kiri gawang.

Berawal dari sebuah kemelut di kotak penalti Filipina yang membuat bola liar ke arah kanan gawang.

Dari jarak sekitar 15 meter, Alfin melepaskan tembakan mendatar dari sudut sempit di sisi kiri pertahanan Filipina yang gagal diantisipasi kiper.

Kenangan manis lainnya saat Alfin bersama Timnas U-16 tampil di Doha, Qatar sebelum berjuang di ajang Kualifikasi Piala Asia U-16 2020.

Setelah selesai mengikuti turnamen Piala AAF U15 di Thailand dan Mandalay Cup di Myanmar, tim tampil pada mini turnamen di Doha, Qatar pada 25-29 Agustus 2019.

Turnamen bertajuk “U16 Four Nations Tournament 2019” ini diharapkan menambah pengalaman dan mematangkan persiapan tim menjelang Kualifikasi Piala AFC U16 yang akan berlangsung bulan berikutnya.

Alfin merayakan kemenangan bersama timnya.
Alfin saat berlatih di Qatar bersama timnya. (PSSI)

Pada turnamen di Qatar, akan diikuti empat negara, yakni Indonesia Yordania, Maladewa dan tuan rumah Qatar. 

Tim polesan pelatih Bima Sakti ini langsung akan menghadapi ujian berat lawan Qatar.

“Suatu kehormatan bisa mendapatkan kesempatan bermain di turnamen ini. Apalagi melawan negara-negara kuat di daerah Timur Tengah. Kita akan benar-benar memanfaatkan momen ini untuk mematangkan permainan tim,” kata Bima seperti dikutip website PSSI.

Alfin Lestaluhu
Alfin Lestaluhu (istimewa)

Pada dua turnamen sebelumnya, timnas Indonesia mendapatkan hasil yang berbeda.

Pada ajang Piala AFF U16, Garuda Asia finis di posisi ketiga setelah mengalahkan Vietnam.

Sementara di turnamen "Boys Elite Football Tournament 2019”, Indonesia finis di posisi kedua.

Pada turnamen yang diikuti tuan rumah Myanmar, Indonesia, Montenegro dan Korea Selatan ini, Indonesia finis sebagai runner-up. 

Jasa Mendiang Alfin Lestaluhu Membuat Timnas U-16 Lolos Final Piala Asia

Pada laga pertama di Doha, Indonesia menang atas Myanmar 2-0.

Tren positif mereka lanjutkan di laga kedua dengan menekuk Montenegro 1-0.

Pada laga terakhir melawan Korea Selatan, Indonesia sempat unggul 1-0.

ALFIN Lestaluhu Korban Gempa Ambon Meninggal,Ini Komentar Coach Timnas U16 Bima Sakti dan Ratu Tisha

Namun, Korsel mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-89.

Meski memiliki hasil pertandingan imbang dengan Korsel, timnas Indonesia tetap harus puas berada di posisi kedua karena kalah selisih gol.

Untuk turnamen di Qatar, Bima akan membawa 21 pemain.

Bima juga mengganti enam pemain yang tampil di Thailand dan Myanmar.

"Kami ingin mencoba beberapa pemain untuk memperkuat tim," kata Bima.

Sebelumnya, kabar duka meninggalnya Alfin Lestaluhu tersebut dibagikan pihak PSSI melalui akun instagram resmi PSSI @officialpssi.

Kabar meninggalnya pemain asal Tulehu tersebut juga dibagikan oleh pelatih Timnas U-16 Indonesia Bima sakti melalui akun instagram pribadinya @bimasakti230176.

Pemain bernama lengkap Alfin Farhan Lestaluhu ini, meninggal setelah menjalani perawatan insentif di rumah sakit RS Harapan Kita.

Pemain berusia 15 tahun tersebut menjadi korban gempa ambon pada Kamis (26/9/2019).

Korban Gempa Ambon

Alfin menjadi korban gempa berkekuatan magnitudo 5,6 SR yang mengguncang Ambon dan sekitarnya pada Kamis (26/9/2019).

Ia harus mengungsi akibat gempa yang melanda kampung halamannya di Desa Tulehu, Kecamatan Salahutu, Maluku Tengah, Provinsi Maluku.

Selama di pengungsian kondisi kesehatan Alfin terus menurun hingga akhirnya harus menjalani perawatan.

Pemain yang berposisi sebagai bek kanan tersebut lalu dirawat Rumah Sakit Tentara (RST) Ambon.

Bahkan lantaran kesehatannya terus menurun, Alfin harus dibawa ke Jakarta untuk menjalani perawatan lebih intensif.

Dibawa Ke Jakarta

Sekitar sepuluh hari pascagempa, Alfin dibawa dari Maluku ke Jakarta untuk menjalani perawatan lebih lanjut.

Ia diterbangkan ke Jakarta pada Senin (7/10/2019) untuk dirawat di RS Royal Progress.

Momen dibawanya Alfin ke Jakarta ini juga sempat dibagikan Bima Sakti melalui instagram pribadinya.

Ia didampingi oleh ayahnya, Erwin Lestaluhu, Ketua Asosiasi PSSI Provinsi Maluku Sofyan Lestaluhu, dan dokter dari RST Ambon.

Terkena Infeksi Otak

Alfin menghembuskan napas terakhir sekitar pukul 22.11 WIB di Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta, Kamis (31/10/2019).

Ia menjalani perawatan hampir 1 bulan setelah gempa yang melanda kampungnya.

Laman resmi PSSi menuliskan, menurut diagnosa dokter, Alfin meninggal dunia karena encephalitis (infeksi otak) dengan hypoalbumin.

Rencananya jenazah Alfin akan dibawa ke Bandara Halim Perdanakusuma pada Jumat (1/11/2019), untuk kemudian dimakamkan di kampung halamannya di Tulehu, Ambon, Siang WIT.

Kesedihan pelatih

Pelatih Timnas U-16 Indonesia Bima Sakti menyatakan duka yang mendalam atas kepergian anak asuhnya tersebut.

Ia membagikan momen pertemuan terakhirnya dengan alfin sebelum meninggal dunia melalui akun instagramnya @bimasakti230176.

Bima Sakti mengungkapkan, seminggu yang lalu menjenguk Alfin dan bertemu dengan orang tua Alfin, Erwin Syahril al Thaib Lestaluhu.

Bima mengungkapkan orang tua alfin tetap bersemangat dan selalu tersenyum, seperti orang tua yang lain meski sang anak belum juga pulih.

Dalam momen tersebut, Bima memberikan kenangan kepada ayah Alfin berupa jaket.

Bima pun juga berterimakasih kepada orang tua Alfin uang telah mendidik Alfin menjadi anak yang tangguh, kuat fisik maupun mental dalam setiap pertandingan.

BREAKING NEWS: Alfin Lestaluhu Meninggal Dunia

Bima mengungkapkan, ia dan rekan-rekan di tim selalu menyelipkan doa saat sesi latihan untuk kesembuhan Alfin.

Ia optimis bahwa Alfin akan segera sembuh dan kembali berlatih bersama anak asuh lainnya.

Bahkan sebagai bentuk respek dan optimisme bahwa Alfin akan sembuh, pada pemusatan latihan 21-30 oktober, di Bekasi, Bima sengaja tidak memanggil pemain posisi bek kanan.

Ia hanya memanggil Aditya Rangga, beda dengan posisi yang lain ada 2 atau 3 pemain, karena kami respect dan yakin Alfin bakal sembuh serta kembali berlatih bersama - sama kita lagi.

Namun demikian harapan Bima belum sesuai, Alfin lebih dulu berpulang pada Kamis (31/10/2019).

Bima pun yakin ini merupakan jalan yang terbaik untuk Alfin.

Ia juga berdoa agar Alfin ditempatkan yang ternaik dan keluarganya diberikan ketabahan.

Sebelumnya, Bima juga membagikan kabar meninggalnya Alfin.

Innalillahi wainnailaihi rojiun. Selamat jalan Alfin semoga husnul khotimah," buka akun @bimasakti230176.

Bima Sakti juga menyampaikan terima kasih atas perjuangan Alfin untuk bangsa Indonesia melalui sepakbola.

"Jasamu pasti kami kenang dan meneruskan cita-citamu agar Timnas ke depan bisa lebih baik lagi. Aamiin YRA," tulis Bima.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Fakta Meninggalnya Pemain Timnas U-16 Alfin Lestaluhu, Korban Gempa Ambon hingga Penyebab Kematian, https://www.tribunnews.com/superskor/2019/11/01/fakta-meninggalnya-pemain-timnas-u-16-alfin-lestaluhu-korban-gempa-ambon-hingga-penyebab-kematian?page=all.

Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved