Revitalisasi Jalur Pedestrian Tingkatkan Kenyamanan dan Keamanan Pejalan Kaki

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen menghadirkan kenyamanan dan keselamatan bagi seluruh pejalan kaki (pedestrian) di Jakarta dengan pembangun

Revitalisasi Jalur Pedestrian Tingkatkan Kenyamanan dan Keamanan Pejalan Kaki - 567ue64judryu756e.jpg
Pemprov DKI
.
Revitalisasi Jalur Pedestrian Tingkatkan Kenyamanan dan Keamanan Pejalan Kaki - 6576uyj76ijur67.jpg
Pemprov DKI
.
Revitalisasi Jalur Pedestrian Tingkatkan Kenyamanan dan Keamanan Pejalan Kaki - 78e56uid7jr6f8iri.jpg
Pemprov DKI
.
Revitalisasi Jalur Pedestrian Tingkatkan Kenyamanan dan Keamanan Pejalan Kaki - 678e57ur57jr6i6768.jpg
Pemprov DKI
.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen menghadirkan kenyamanan dan keselamatan bagi seluruh pejalan kaki (pedestrian) di Jakarta dengan pembangunan dan revitalisasi jalur pedestrian.

                                     

Pembangunan jalur pedestrian menjadikan pejalan kaki sebagai arus utama (mainstream), mengedepankan kesetaraan bagi seluruh lapisan masyarakat Jakarta, mulai dari anak-anak, ibu hamil, lansia, hingga para penyandang disabilitas. Kesetaraan tersebut tercermin dari tersedianya ramp (bidang miring), guiding block (paving kuning di trotoar), hingga pemuatan instalasi dan aktualisasi karya seni di ruang-ruang terbuka yang bisa dinikmati setiap warga dengan bebas.

Revitalisasi trotoar telah dilakukan sepanjang 134 kilometer sejak 2017 hingga 2019. Angka ini ditargetkan akan terus meningkat pada tahun 2020, di mana revitalisasi trotoar sepanjang 47 kilometer dianggarkan hingga Rp 1,1 triliun.

Salah satu hasil revitalisasi trotoar yang dijadikan percontohan adalah trotoar di Jalan Sudirman-MH Thamrin yang direvitalisasi pada 2017-2018. Lebar trotoar antara 8-12 meter. Jalur pedestrian tersebut sudah didesain ramah bagi para penyandang disabilitas, termasuk adanya pelican crossing antartrotoar di sisi barat dan timur.

Revitalisasi trotoar di tahun 2019 diperluas ke lima wilayah kota administrasi di DKI Jakarta. Jumlahnya sebanyak 51 lokasi jalan dengan anggaran sekitar Rp 327 miliar, antara lain di Jalan KH Wahid Hasyim dan Jalan Sudirman-MH Thamrin (Jakarta Pusat), Jalan Sisingamangaraja hingga Jalan Fatmawati (Jakarta Selatan), Kawasan Velodrome (Jakarta Timur), Jalan Daan Mogot (Jakarta Barat), Jalan Yos Sudarso, dan Jalan Pluit Selatan Raya (Jakarta Utara). 

Sampai pada akhir tahun 2019, setidaknya terdapat 10 titik lokasi trotoar yang telah dan sedang direvitalisasi hingga akhir tahun 2019. Yaitu, trotoar di Jalan Dr Satrio, trotoar di Jalan Otto Iskandardinata, trotoar di Jalan Matraman Raya, trotoar di Jalan Pangeran Diponegoro, trotoar di Jalan Kramat Raya dan jalan Salemba Raya, trotoar di Jalan Cikini Raya, trotoar di Jalan Latumenten, trotoar di Jalan Danau Sunter Utara, trotoar di Jalan Yos Sudarso, dan trotoar di Jalan Kemang Raya.

Kawasan yang juga menjadi sorotan penting revitalisasi pada tahun ini adalah trotoar Cikini dan trotoar Kemang. Di trotoar Cikini, jalur sepanjang 10 kilometer ini akan diperlebar, dari semula hanya 3 meter menjadi 4,5-6 meter. Yaitu, 1,5 meter untuk pejalan kaki; 1,5 meter untuk penyandang disabilitas; 1,5 meter untuk street furniture; 0,5 sampai 1 meter untuk amenities (perlengkapan penunjang). 

Pejabat Pembuat Komitmen Infrastruktur Khusus Kegiatan Strategis Daerah Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta, Riri Asnita, menyebut kawasan Cikini merupakan koridor seni, kreasi, budaya, dan tempat berkumpulnya para komunitas di Jakarta. “Sehingga, penataan trotoar Cikini turut menghadirkan kembali Jakarta sebagai Kota Seni, di mana sarana dan prasarana publik di dalamnya menunjang untuk hal tersebut,” katanya.

Sementara itu, revitalisasi trotoar di Kemang sepanjang kurang lebih 3,3 kilometer akan diperlebar dari 1,5-2 meter menjadi 3-4 meter. Dalam pengerjaan ini, Pemprov DKI berkolaborasi dengan masyarakat dan pelaku usaha, semisal para pemilik gedung hotel maupun restoran yang terdampak. Hasil dari kolaborasi ini melahirkan kesepakatan bahwa revitalisasi trotoar di Kemang menerapkan Teknik Pengaturan Zonasi (TPZ). Dengan adanya kolaborasi ini, revitalisasi yang dimulai sejak Mei 2019 itu ditargetkan selesai pada Desember 2019.

Halaman
123
Editor: Andy Prayogo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved