Ketua Umum Iwapi Nita Yudi Menyayangkan Ada Pengurangan Peran Perempuan Di Kabinet Indonesia Maju

Nita sangat menyayangkan ada pengurangan peran Perempuan di Kabinet Indoensia Maju.

Penulis: | Editor: M Nur Ichsan Arief
dok iwapi
Ketua Umum Iwapi, Nita Yudi Bersama Presiden Jokowi Dalam Suatu Acara di Jakarta. Nita sangat menyayangkan ada pengurangan peran Perempuan di Kabinet Indonesia Maju. 

WARTA KOTA, PALMERAH  -------  Ketua Umum IWAPI Nita Yudi yang juga Ketua Umum Kelompok Perempuan (KOPER) UMKM 4.0 organ relawan Kampanye Jokowi-Ma'ruf sempat disebut-sebut sebagai Calon Menteri Kabinet namun saat diumumkan nama Nita tidak masuk kejajaran Kabinet Indonesia Maju, menanggapi hal tersebut Nita tidak kecewa.

“Saya tidak kecewa dong, tidak sedih, biasa aja itu Hak Prerogatif Presiden ya saya hormati dan semua Menteri yang masuk kabinet banyak sahabat-sahabat saya ke depannya Iwapi yang saya pimpin akan berkolaborasi dengan Kementerian untuk menciptakan pengusaha wanita baru dan meningkatkan kesejahteraan perempuan untuk tercapainya visi presiden yaitu SDM Unggul Indonesia Maju”, kata Nita Yudi dalam siaran pers yang diterima wartakotalive.com, Kamis (31/10/2019).

Dalam kesempatan itu, Nita sangat menyayangkan ada pengurangan peran Perempuan di dalam jajaran Kabinet Indonesia Maju.

“Sayang ya di Kabinet Indonesia Maju ini Menteri Perempuan sangat sedikit hanya ada 5 Menteri pada kabinet kerja sebelumnya banyak ada 9 Menteri padahal waktu debat pilpres kemarin Presiden menyampaikan perhatian besar kepada Perempuan mengambil contoh pada Kabinet kerja ada 9 Menteri Perempuan dan pada programnya sangat mendukung pemberdayaan perempuan: ujarnya.

Menurut Nita kini sudah bukan lagi saatnya memperdebatkan posisi menteri dan wakil menteri, karena mereka sudah dipilih dan dilantik oleh presiden. Kita tunggu gebrakan mereka sebagai pembantu presiden.

"Untuk Presiden Jokowi saya berharap Kebijakan Negara dalam melindungi pengusaha dalam negeri sangat diperlukan terutama tentang pemberdayaan ekonomi perempuan karena menurut Mc Kenzie Global Ins, Indonesia akan menjadi negara terbesar ke 7 di bidang ekonomi, apabila memperhatikan pemberdayaan perempuan", ucap Nita,

Begitu juga dengan perlindungan terhadap pengusaha daerah di mana pengusaha muda sangat agresif dan saat ini, Digital Resources Nasional mulai bergerak bersama anak anak muda.

"Maka dari itu diperlukan prioritas program khusus para pengusaha terutama para start up dan perempuan pengusaha", ungkapnya. .

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved