Breaking News:

Kado Terburuk dari Pemerintahan Baru: Iuran BPJS Kesehatan Naik Dua Kali Lipat

Presiden Joko Widodo menaikkan iuran kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Editor:
istimewa
BPJS Kesehatan 

WARTA KOTA, PALMERAH--- Bersiaplah merogoh kocek lebih dalam.

Presiden Joko Widodo menaikkan iuran kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Lewat Peraturan Presiden (Perpres) No 75/ 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 83 tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan, kenaikan iuran berlaku untuk semua peserta BPJS Kesehatan.

Yakni peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI), peserta Penerima Upah, dan peserta mandiri atau Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan bukan Pekerja.

Begini Kata Warren Buffett: Market Dirancang untuk Transfer Uang dari yang Tidak Sabar ke Sabar

Dengan perubahan aturan tersebut, iuran peserta PBPU dan BP kelas III yang semula Rp 25.500 per orang per bulan, naik menjadi Rp 42.000 per orang per bulan.

Adapun, untuk kelas II, tarifnya naik menjadi Rp 110.000 per orang per bulan dari tarif sebelumnya sebesar Rp 51.000 alias naik lebih dari dua kali lipat.

Sementara, tarif iuran kelas I naik menjadi Rp 160.000 per orang per bulan dari tarif sebelumnya yang sebesar Rp 80.000 alias naik 100 persen.

Kenaikan iuran ini akan berlaku di awal tahun mendatang.

Kesadaran Perencaan Keuangan di Indonesia Masih Rendah, Ini Penjelasan dari GoBear

Perubahan tarif juga berlaku bagi peserta penerima upah atau pekerja, baik pegawai pemerintah maupun swasta.

Untuk pegawai pemerintah, iuran ditetapkan lima persen dari besaran take home pay, dari sebelumnya gaji pokok dan tunjangan keluarga.

Halaman
123
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved