Prostitusi Online

Pengungkapan Identitas Pria Pemakai Jasa PA di Hotel Batu, Polisi: Bukan Wewenang Kami

Penyidik Polda Jatim pun tidak pernah mengungkap identitas pria asal Nusa Tenggara Barat tersebut.

Tangkapan Layar Youtube @KompasTV
PA, model yang terlibat kasus prostitusi online, meminta kasusnya tak dikaitkan dengan Putri Pariwisata 

Yang jadi pertanyaan berapa tarif sebenarnya Putri Amelia sebelum berhasil ditangkap?

Apakah lebih besar atau malah lebih kecil dari kasus prostitusi sebelumnya yang menjerat Artis Vanessa Angel?

Tribun Timur kembali mencoba menanyakan hal ini kepada Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera.

Dan dari data yang didapat, ternyata tarif Putri Amelia lebih kecil dari Vanessa Angel.

Jika kemarin Vanessa Angel melayani dengan tarif Rp 80 juta sekali main, meski bayaran itu tidak dia nikmati sendiri karena harus dibagi dengan muncikari juga.

 Warga Rekam Tumpukan Sampah yang Mengalir di Kali Jambe Bekasi Selepas Hujan Menjadi Video Viral

Sementara Putri Amelia memasang tarif Rp 55 juta sekali booking.

Bahkan terkadang bisa dibawah angka tersebut

Namun baru menerima uang muka sebesar Rp 13 juta.

Pengakuan Putri Pariwisata 2016

Usai menjalani pemeriksaan 1 x 24 jam oleh penyidik Ditreskrimum Polda Jatim, publik figur berinisial PA akhirnya dilepaskan.

PA yang diduga Putri Amelia Zahraman, Putri Pariwisata 2016, blak-blakan mengungkapkan skandal yang menjeratnya

Wanita berinisial PA (23) yang terjerat skandal kasus prostitusi dengan seorang pengusaha asal NTB di kamar hotel Kota Batu Malang, angkat bicara.

Mengenakan topi warna hitam dan wajah yang ditutupi masker, PA menegaskan dirinya merasa keberatan bilamana namanya disangkut pautkan ajang pencarian bakat Putri Pariwisata Indonesia.

 Menteri BUMN Erick Tohir Jalan Kaki ke Kantor Anies, Bahas Transportasi

Ia mengakui dirinya sempat tergabung dan menjadi bagian dari ajang tersebut.

Namun hal itu terjadi empat tahun lalu yakni ditahun 2016.

"Soal Putri Pariwisata Indonesia, saya bukan pemenang ajang Putri Pariwisata Indonesia, terima kasih," katanya seraya beberapa kali mengangguk, Minggu (27/10/2019).

 Ia juga merasa keberatan bilamana beberapa berita menyangkut pautkan namanya dengan ajang pencarian bakat Putri Indonesia.

Pasalnya, ia tidak pernah mengikuti ajang Putri Indonesia.

"Mohon tidak membawa bawa nama Putri Indonesia karena saya tidak sama sekali ikut ajang tersebut," kata perempuan berkacamata itu.

Perihal latar belakangnya, dengan suara datar dan intonasi yang tertata, PA mengaku memiliki kehidupan dan karir pekerjaan laiknya orang kebanyakan.

"Saya bekerja sewajarnya, saya belerja di beberapa perusahaan, juga mempunyai projek bisnis teman teman saya, saya juga freelance," jelasnya.

Tak lupa, ungkap PA, dirinya juga menghaturkan permohonan maaf atas kasus yang menimpanya sempat merugikan pihak orangtua, teman dan keluarga besarnya.

"Saya mohon maaf dan apapun yang terjadi ini merupakan pelajaran yang sangat besar untuk saya," jelasnya.

Sementara itu, Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Pol Gidion Arif Setyawan mengatakan, PA akan dipulangkan ke kediamannya di Jakarta.

"Ya langsung kami perbolehkan pulang setelah diperiksa sejak kemarin," katanya.

 Nico Siahaan AKUI Ditanya KPK Soal Uang Rp 250 Juta, Ini Katanya

Informasinya, sekitar pukul 02.20 WIB ditemani beberapa penyidik diantar menggunakan jasa layanan taksi online menuju Bandar Udara Juanda.

Orangtua atau pihak keluarga PA sudah menunggu, rencananya PA akan kembali ke Jakarta.

Dalam dugaan kasus prostitusi online ini, Polda Jatim menetapkan JL (51) mucikari terhadap PA, finalis Putri Pariwisata 2016 asal Balikpapan, Kalimantan Timur, sebagai tersangka.

"Iya tersangkanya adalah satu mucikari," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera pada awak media dari Makassar, Sabtu (26/10/2019).

Dirreskrimum Polda Jatim, Kombes Pol Gidion Arif Setyawan membenarkan penetapan status tersangka terhadap JL.

“Penyidik kami telah menetapkan inisial JL sebagai tersangka kasus prostitusi online," ujarnya saat dikonfirmasi.

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Leonard Sinambela mengatakan, tersangka dijerat Pasal 506 dan Pasal 296.

"Sangkaan pasal mucikarinya kami kenakan KUHP pasal 506, pasal 296 mengambil keuntungan dari kegiatan prostitusi," jelas Leo.

Barang Bukti

Sebelumnya, anggota Polda Jatim menangkap basah dugaan praktik prostitusi online yang melibatkan Putri Pariwisata 2016 asal Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (25/10/2019).

Praktik prostitusi online tersebut dilakukan di sebuah kamar hotel di Kota Batu Jawa Timur.

Setelah memergoki PA berhubungan badan dengan pengusaha asal NTB, polisi merangsek masuk ke kamar hotel.

Di kamar itu, polisi menemukan beberapa barang bukti seperti alat kontrasepsi berupa kondom, tisu bekas, celana dalam, dan pakaian.

PA ditangkap polisi bersama 3 pria lainnya.

Satu pria sebagai mucikari prostitusi online berinisial JL (51), satu pria pelanggan, dan satu pria lainnya sebagai sopir yang mengantar mereka ke hotel.

Menurut Leonard Sinambela, PA diamankan personelnya saat berduaan dengan seorang pengusaha asal NTB berinisial YW.

Keduanya diamankan setelah berhubungan badan.

"PA berduaan sama YW di kamar, keterangannya barusan 'main' mereka," katanya pada awak media di halaman Gedung Ditreskrimum Mapolda Jatim, sabtu (26/10/2019).

"Beberapa barang yang ada di situ juga," jelasnya.

Kata Leo, polisi juga mengamankan, dua pria yang lainnya. "Mucikarinya ini ada di kamar lain," tukasnya.

Pria yang bertindak sebagai sopir mobil mengantar ketiganya ke sebuah hotel di kawasan Kota Batu.

"Sopir ini ada di luar hotel, sopir juga kami periksa, jadi 4 orang, dia cuma saksi aja yang ngantar aja," terangnya.

Saat dilakukan pemeriksaan awal, ungkap Leo, melalui bukti Kartu Tanda Penduduk (KTP), PA ternyata berstatus pelajar.

"Kalau di KTP-nya itu masih berstatus pelajar tapi yang jelas profesinya ya mungkin saja rekan-rekan sudah tahu sebagai publik figur, tapi nanti kami jelaskan lebih lanjut," tambahnya.

 LINK LIVESTREAMING Persebaya vs PS Sleman: Pengalaman Pertama Munyeng Main di GBT

Sedangkan YW diketahui bekerja sebagai swasta.."Sosok pemesannya itu pekerjaan swasta warga NTB," ungkapnya.

Praktik prostitusi tersebut, ungkap Leo, melalui jejaring media online.

"Melalui jaringan online, jadi ditelepon ditawarkan ada sistem atau managemen sendiri yangg dibuat mucikari ini," katanya.

"Itu masih kami dalami, karena untuk jaringan prostitusi ini nyatanya memang sudah ada, dan terulang kembali," tambahnya.

Sekadar diketahui, PA, JL, dan YW ditangkap polisi saat berada di sebuah kamar hotel di Kota Batu pada Jumat (26/10/2019) sekitar pukul 19.00 WIB.

Sekitar pukul 22.00 WIB, ketiganya dibawa ke Gedung Ditreskrimum Mapolda Jatim.

Kronologi Penggerebekan

Datang dari Jakarta, PA dijemput di bandara oleh mucikari JL dan seorang sopir sewaan.

Setelah dari bandara, PA langsung menuju ke hotel untuk check in.

Leo tidak menyebutkan hotel mana yang digunakan untuk PA berhubungan badan dengan pria NTB berinisial YW.

Pada pukul 19.00 WIB, polisi menggerebek PA dan pria itu di kamar hotel.

Keterangan dari pelaku, mereka baru saja berhubungan badan.

Setelah penggerebekan, polisi melakukan pemeriksaan sebentar.

Pukul 21.00 WIB, PA dan pria NTB dibawa ke Mapolda Jatim.

Pukul 22.00 WIB, PA dan pria NTB tiba di Mapolda Jatim.

Manajemen Hotel: Bukan Ditangkap di Kamar

Sebelumnya, AKBP Leonard Sinambela mengatakan, Putri Amelia Zahraman ditangkap setelah melakukan tindak asusila bersama pria asal Nusa Tenggara Barat ( NTB ) berinisial YW di dalam kamar hotel.

"PA ( Putri Amelia Zahraman) berduaan sama YW di kamar, keterangannya barusan 'main' mereka," katanya kepada awak media di Mapolda Jatim, sabtu (26/10/2019).

Namun, keterangan AKBP Leonard Sinambela berbeda dengan keterangan pihak manajemen hotel.

Rizki Ahmad Hadiri, Asisten Marketing Manager Hotel Purnama mengatakan, tidak benar jika penangkapan Putri Amelia Zahraman dilakukan di kamar.

"Tidak benar ada penggerebekan atau pendobrakan seperti dikatakan di media. Tapi penangkapan memang ada di depan pos satpam," ucapnya saat dihubungi Surya Malang, Sabtu (26/10/2019).

Menurut dia, pengkapan berlangsung, Sabtu (26/10/2019) sekitar pukul 01:00 WIB.

Rizki Ahmad Hadiri menceritakan, penangkapan tersebut dilakukan pada saat pelaku praktik prostitusi sedang mengambil tiket parkir dengan mengendarai mobil.

Setelah mengambil tiket, mereka langsung ditangkap polisi yang pada saat itu berada di depan Hotel Purnama.

"Ada 2 orang di dalam mobil, 1 cewek, 1 cowok. Tapi saya tidak tahu mereka siapa," ucapnya.

Dia pun menjelaskan, sebelum kedua orang yang ditangkap tersebut datang, ada polisi yang memang berjaga di depan hotel.

Rizki Ahmad Hadiri tidak menyebutkan jumlah polisi yang saat itu menangkap.

"Saya kurang tahu jumlahnya. Tapi yang jelas mereka polisi dan mereka menangkap dua orang," kata dia.

Lebih lanjut, Rizki Ahmad Hadiri menjelaskan, di Hotel Purnama tidak ada kamar nomor 6701 seperti yang diberitakan di media massa.

"Tidak ada kamar 6701, adanya 6107. Penggerebekan ataupun pendobrakan tidak ada di dalam kamar. Saya sudah cek ke seluruh hotel," katanya.

Artikel ini telah tayang di suryamalang.com dengan judul Misteri Pria Asal NTB yang Pakai Jasa Eks Putri Pariwisata Indonesia,

Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved