Pemprov DKI Tingkatkan Kegemaran Membaca Melalui Gerakan Baca Jakarta

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berupaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan meningkatkan kegemaran membaca warganya, di antaranya membentuk gerakan

Pemprov DKI Tingkatkan Kegemaran Membaca Melalui Gerakan Baca Jakarta - 754ye54w46y.jpg
Pemprov DKI
.
Pemprov DKI Tingkatkan Kegemaran Membaca Melalui Gerakan Baca Jakarta - 67yehstedryu.jpg
Pemprov DKI
.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berupaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan meningkatkan kegemaran membaca warganya, di antaranya membentuk gerakan Baca Jakarta serta menyediakan ruang baca di ruang-ruang publik. 

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) DKI dengan menerapkan pola Pemerintahan 4.0, yakni pemerintah berperan sebagai fasilitator dan kolaborator.  Salah satu wujud nyata adalah membangun kolaborasi dengan Forum Taman Bacaan Masyarakat (unsur komunitas) dan BUMD (unsur swasta).

Gerakan ini merupakan gerakan tantangan membaca kepada anak usia 7-12 tahun untuk membaca selama 30 hari. Tujuannya adalah menciptakan ekosistem membaca yang berkelanjutan yang terbangun melalui sebuah kebiasaan. 

Ekosistem yang dimaksud adalah bagaimana masyarakat menjadi relawan, peserta yang terbangun kebiasaan membaca, sektor swasta ambil peran terhadap kegiatan membaca dan pemerintah sebagai kolaborator.

Gerakan Baca Jakarta tersebar di titik-titik baca sebanyak 143 titik di DKI Jakarta dengan jumlah relawan yang berpartisipasi sebanyak 928 relawan. Relawan berasal dari para profesional, orangtua, pengelola titik baca, dan masyarakat umum yang peduli dengan kegemaran membaca anak-anak.  Lokasi itu mudah dijangkau masyarakat karena berada di perpustakaan umum, perpustakaan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA), perpustakaan rusun, Taman Baca Masyarakat, Pojok Baca, Garasi Baca, dan lain-lain.

Gerakan Baca Jakarta terbukti menjadi stimulus positif peningkatan kegemaran membaca melalui hasil proses kerja sama yang baik antar elemen masyarakat, swasta, dan pemerintah sebagai proses membangun ekosistem membaca. 

"Dengan pola tersebut, gerakan Baca Jakarta berhasil menjaring 3.551 anak yang tersebar di seluruh DKI Jakarta, termasuk Kepulauan Seribu," kata Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan DKI, Wahyu Haryadi di Jakarta, baru-baru ini. 

Gerakan Baca Jakarta juga mampu merangkul peran aktif BUMD. Hal ini terbukti dengan seluruh kebutuhan kegiatan melalui peran serta enam  BUMD. 

Nafas utama gerakan Baca Jakarta adalah upaya memampukan anak-anak Jakarta untuk dapat menjadi pemeran utama di kotanya sendiri. Dengan demikian maka kegiatan berkesinambungan setelah gerakan Baca Jakarta juga diharapkan dapat terbangun.

Seperti PT MRT Jakarta yang membuat ruang baca di setiap stasiun MRT, TBM di 38 lokasi yang semakin menggeliat kegiatan literasinya, wisata literasi yang dilakukan di enam perpustakaan daerah, Hari Anak Jakarta Membaca yang dilaksanakan di pasar buku Kenari Pasar Jaya, keikutsertaan difabel pada lomba-loba literasi (mewarnai dan membaca buku braile), kegiatan literasi seni melalui Piala HB Jassin.

Halaman
12
Editor: Andy Prayogo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved