Kabinet Jokowi

Pakar Politik Ungkap Prabowo Tolak Tawaran Awal Jokowi, Pilih Jadi Menhan karena Punya Tujuan Khusus

Effendi Gazali menyebut Prabowo Subianto pernah ditawarkan Presiden Jokowi menjadi Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam).

Pakar Politik Ungkap Prabowo Tolak Tawaran Awal Jokowi, Pilih Jadi Menhan karena Punya Tujuan Khusus
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo berjabat tangan dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto usai pelantikan Menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Presiden Joko Widodo resmi melantik 34 Menteri, 3 Kepala Lembaga Setingkat Menteri, dan Jaksa Agung untuk Kabinet Indonesia Maju. 

PAKAR Komunikasi Politik Effendi Gazali menyebut Prabowo Subianto pernah ditawarkan Presiden Jokowi menjadi Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam).

Namun, Effendi Gazali menyebut Prabowo Subianto menolak tawaran tersebut dengan tujuan tertentu.

Kini, Prabowo Subianto menjabat Menteri Pertahanan (Menhan) di Kabinet Indonesia Maju.

Dikutip dari TribunWow.com, hal itu disampaikan Effendi Gazali saat menjadi narasumber dalam acara 'FAKTA' yang diunggah kanal YouTube Talk Show tvOne, Senin (28/10/2019).

"Ya, ini penting, saya dengar dia (Prabowo Subianto) ditawarkan Menko Polhukam," katanya.

Namun, Prabowo Subianto ia sebut menolak posisi itu dengan tujuan tertentu.

6 Bulan Lagi Amien Rais Bakal Kritik Kabinet Jokowi, Sekjen PDIP Ungkit Nazar Jalan Kaki dari Jogja

"Tentu lebih tinggi tapi (Prabowo Subianto) enggak mau, tidak teknis, tidak memimpin di lapangan, kalau yang ini (Menhan) jelas, real," ungkap Effendi Gazali.

Ia kembali menyinggung tentang pertahanan kelautan yang bisa menjadi modal Prabowo Subianto menjadi Presiden di periode mendatang.

"Kalau bisa buat kapal militer yang masuk ke wilayah Indonesia terbirit-birit, sudah jaminan bayang-bayang untuk menjadi Presiden itu (Prabowo Subianto)," ulasnya.

DPR Pastikan Calon Pimpinan KPK Ini Bisa Dilantik Meski Usianya Tak Sesuai Syarat UU Baru

Effendi Gazali lantas menyinggung tentang pertemuan PKS dan NasDem.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved