Berita Video

VIDEO: Penipuan Berkedok MLM Dibongkar Polisi dari Kantor Qnet

Adapaun penggeladahan dilakukan terkait penipuan berkedok bisnis Multi Level Marketing (MLM) oleh PT Amoeba Internasional.

Warta Kota
Tim Cobra Polres Lumajang bersama Unit Krimum Polres Metro Jakarta Selatan saat menemukan barang bukti dari penanganan perkara dugaan penipuan bisnis berkedok MLM PT Amoeba Internasional di Gudang PT QN Internasional Indonesia (QNet) di Sona Topas Tower Lantai 15, Kuningan, Jakarta Selatan, pada Selasa ( 

Tim Cobra Polres Lumajang geledah Kantor PT QN Internasional Indonesia (QNet) yang beralamat di Sona Topas Tower Lantai 15, Kuningan, Jakarta Selatan, pada Selasa (29/10/2019).

Adapaun penggeladahan dilakukan terkait penipuan berkedok bisnis Multi Level Marketing (MLM) oleh PT Amoeba Internasional. 

Kasus dugaan penipuan ini sedang ditangani oleh Polres Lumajang, Jawa Timur dengan berkoordinasi dengan Unit Kriminal Umum (Krimum) Polres Metro Jakarta Selatan (Jaksel).

"Tindakan pengeledahan yang kami lakukan di kantor Qnet ini untuk mencari bukti-bukti yang sedang kami tangani di Polres Lumajang," kata Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Hasran saat diteui di lokasi, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (29/10/2019).

Hasran menjelaskan, sebelum penggeledahan dilakukan di Jakarta, pihaknya juga telah melakukan pencarian bukti-bukti di beberapa lokasi yakni Kediri dan Madiun, Jawa Timur. 

Adapun dari hasil penggeledahan di Jakarta, kepolisian berhasil menemukan gudang penyimpanan cakhra dan amezcua geometri. selain itu, berkas-berkas yang terkait dengan proses penyelidikan.

"Kami sita tiga karton. Isinya 94 buah jenis cakhra dan 77 buah jenis amezcua geometri," jelasnya.

Hasran turut menjelaskan, kronologi penipuan berkedok bisnis MLM itu dengan adanya penjualan barang-barang berupa kaca geometri dan chakra yang dapat memberikan manfaat kesehatan bagi pembeli dan pengguna.

Lalu para anggota yang hendak bergabung diiming-imingi memiliki bisnis seumur hidup yang bisa diturunkan ke anak dan cucunya dengan syarat menyetorkan uang tunai sebesar Rp 10 juta. 

"Supaya anda bergabung bisnis ini harus membeli produk dengan harga Rp 10 juta. Kalau tidak dipenuhi enggak dapat bonus," katanya. 

Sementara, data korban yang telah melapor ke Polres Lumajang telah mencapai 50 orang. (m23)

Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved