Terimbas Jalan di Bambu Apus Ditutup, Pedagang Warung Nasi Merugi Hingga Tutup
Terimbas Jalan di Bambu Apus Ditutup, Pedagang Warung Nasi Merugi Hingga Tutup. Proyek pembangunan jembatan oleh Dinas PU Tangsel.
Penulis: Zaki Ari Setiawan |
Pemilik usaha warung nasi, Raska (40), harus menutup tempat usahanya akibat adanya pembangunan jembatan yang memblokir Jalan Depag, Bambu Apus, Pamulang, Tangerang Selatan.
Raska menceritakan, penutupan jalan yang sudah berlangsung lebih dari satu bulan itu membuat usahanya semakin sepi hingga akhirnya memilih untuk menutup warung nasi.
"Kemarin sebelum ada begini biasanya omzet Rp 2 juta, sekarang itu Rp 300 ribu aja susah," kata Raska yang juga membuka usaha warung kelontong tepat di samping warung nasinya.
Warung nasi milik Raska berada di jalur yang kerap dilewati oleh pengendara motor dan mobil yang hendak memotong jalan ke Kedaung ataupun Pamulang Barat.
"Sekarang jam 9 malam juga sudah sepi, dulu mah sampai pagi juga ramai orang lewat. Ojek-ojek online juga dulu sering mampir," ujarnya lemas.
• Satu Bulan Jalan Diblokir, Warga Bambu Apus Kesulitan Beraktivitas
Raska yang sudah sempat mengutarakan kegelisahannya kepada Ketua RT dan Lurah ternyata tidak berdampak besar, pembangunan jembatan itu masih jauh dari rampung.
Penutupan jalan itu bermula akibat banyaknya truk bermuatan besar hilir mudik ke proyek Jalan Tol Serpong - Cinere yang berada tidak jauh dari tempatnya sehingga jembatan pun rusak.
Meski demikian, tampak dari spanduk pemblokiran bahwa pembenahan jembatan itu dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Tangerang Selatan.
Raska yang semakin resah karena tidak tahu kapan rampungnya jembatan itu akhirnya mengambil pekerjaan lain dengan menjadi pekerja kasar untuk menghidupi istri dan anaknya.
"Saya baru dapat panggilan jadi kuli untuk tambah-tambah. Habis gimana, suara kita orang kecil yang rugi karena penutupan jalan ini enggak didengar," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/jalan-ditutup-pamulang1.jpg)