Breaking News:

Tewas Digigit Anjing

Sparta Mati, Nasib Ibunda Bima Aryo Ditentukan Setelah Polisi Gelar Perkara

Sparta Mati, Nasib Ibunda Bima Aryo Ditentukan Setelah Polisi Gelar Perkara. Kematian Sparta, anjing belgian malinois, menjadi trending topic

Instagram @Bimaaryo
Bima Aryo ziarah ke makam korban ART yang tewas digigit anjingnya, beberapa waktu lalu. Baru-baru datang kabar Sparta mati yang disampaikan Bima Aryo. 

Pada Senin (28/10/2019) #RIPSparta menjadi salah satu trending topic di media sosial. Awalnya datang kabar dari  postingan Bima Aryo di akun Instagram @bimaaryo yang mengabarkan kematian Sparta, anjing jenis belgian malinois.

Kematian Sparta mengundang simpati dari warganet hingga menjadi trending topic. Bima Aryo menulis di Instagram dengan nada penuh duka atas kehilangan Sparta.

"Sparta.. my boy.. my ganteng.. my cakep.. my brave.. my rawoon..
mungkin bagi sebagian orang kamu hanyalah seekor anjing, but for me you are like a brother, a son, a best friend, you are part of my family. Engga ada kata2 yg bisa menjelaskan sakit dan sedihnya hati ini harus kehilangan salah satu anak kesayangan gw. Begitu banyak memory kita bersama, dr saat dia masih berumur 7 minggu udah ada sesuatu dr cara dia ngeliat gw yg bikin gw jatuh cinta sm dia dan ingin ngerawat dia dengan sepenuh hati dan sebaik mungkin. Dia adalah sahabat gw yg begitu loyal, selalu berusaha keras dan siap untuk ngebahagiain gw. Oh how much I miss you Sparta.. we all miss you, we all love you Sparta, begitu bnyk orang yg sayang sm kamu padahal mereka belum pernah ketemu kamu, because you are different, you are special, and you are an amazing dog. Maafin aku harus menangis menulis ini Sparta krn aku tau kamu gasuka liat aku sedih. Km mau aku selalu bahagia. Aku tau km skrng ditempat yg lebih baik Sparta. Maafin aku kalo aku ada salah sm kamu sayaang. I love my boy, I love u so so so much! Kamu engga akan pernah bisa tergantikan.. ❤ #sparta #thisissparta #ripSPARTA," demikian tulis Bima Aryo.

Namun di sisi lain, kasus kematian asisten rumah tangga (ART) bernama Yayan (35) yang tewas diterkam Sparta masih berlanjut.

Setelah mengantungi surat dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) yang menyebutkan adanya unsur pidana, penyidik Unit Reskrim Polsek Cipayung bakal melakukan gelar perkara guna menentukan status ibunda Bima Aryo berinisial TD.

Kanit Reskrim Polsek Cipayung Iptu Esti Budi Setyanta mengatakan gelar perkara dilakukan guna menentukan status penyelidikan ke tingkat penyidikan dan selanjutnya.

"Secepatnya kita gelar perkara. Saya gelar perkara dulu, baru saya panggil ibunya (TD). Nanti kita gelar lagi, kita tentukan sesuai rekomendasi dari Kemenkumham," kata Budi di Mapolsek Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (29/10/2019).

Tindak Pidana Ringan

Berdasarkan saksi yang merupakan seorang ahli hukum dari Kemenkumham, TD dianggap melakukan tindak pidana sesuai pasal 490 ayat 3 KUHP.

Namun demikian, pasal yang disangkakan tersebut tergolong sebagai tindak pidana ringan (Tipiring) dengan hukuman kurungan hanya selama 6 hari atau denda sebanyak Rp 300.000.

"Nanti dari gelar perkara kita tentukan statusnya (TD), sekarang masih terlapor, belum tersangka. Kalaupun kasusnya berlanjut ini larinya ke Tipiring, pasalnya 490 KUHP tadi," ujarnya.

Sebelumnya penyidik Unit Reskrim Polsek Cipayung hendak menerapkan pasal 359 KUHP karena menilai adanya unsur kelalaian dari TD selaku pemilik anjing.

Namun setelah menerima surat dari Kemenkumham, pada akhir September 2019 lalu, pasal yang diterapkan berubah menjadi 490 ayat 3 KUHP.

Diketahui bahwa saat kejadian, TD menyuruh Yayan yang baru dua pekan bekerja sebagai ART untuk membuka kandang Sparta hingga akhirnya diterkam lalu tewas kehabisan darah.

"Ibunya saat kejadian menyuruh korban membuka kandang, mungkin karena keadaannya gelap anjingnya ini enggak mengenali korban. Kejadiannya di halaman rumah," tuturnya. 

Penulis: Rangga Baskoro
Editor:
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved