Kasus Korupsi

ISTRI Ekspos Surat Cinta Imam Nahrawi dari Penjara, Ada Pesan Khusus Untuk Anak, Begini Isi Suratnya

Terekspos, surat cinta Imam Nahrawi, yang diketahui istri Imam Nahrawi, Shobibah Romah ekspos surat cinta Imam Nahrawi dari penjara, Selasa (29/10)

ISTRI Ekspos Surat Cinta Imam Nahrawi dari Penjara, Ada Pesan Khusus Untuk Anak, Begini Isi Suratnya
Kompas.com/ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI
Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi (tengah) mengenakan rompi orange usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK Jakarta, Jumat, (27/9/2019). Imam Nahrawi ditahan KPK dalam kasus dugaan suap dana hibah dari pemerintah terhadap KONI melalui Kemenpora. 

Semoga dikau selalu berdiri tegak, optimis, semangat melangkah berbuat terbaik untuk masa depan,

dengan usaha, doa, kerja keras mencari ridho Allah." - Abah Imam Nahrawi

Pada keterangan postingannya, Shobibah Rohmah menyebut surat itu sebagai goresan cinta dari sang suami.

"goresan cinta dari tangan abah @nahrawi_imam..utk menyampaikan pesan cinta di birthday kesayangan2 @elshirto.siroj29 @bieth_awys

salam sayang dr abah dan peluk kasih dari ummah..dimanapun kalian..dimanapun kami...

tak pernah terputus doa dan harapan kami utk segala yg terbaik bagi agama,dunia dan akhirat kalian...

fiddunya khasanah wafil aakhiroti khasanah..

semoga kalian menjadi khourunnaas anfa’uhum linnaas..," tulisnya.

Terekspos, surat cinta Imam Nahrawi, yang diketahui istri Nahrawi, Shobibah Romah ekspos surat cinta tulisan Imam Nahrawi dari penjara, Selasa (29/10/2019). (Instagram.com/obib_nahrawi)

Imam Nahrawi Ajukan Peradilan, Akan Sidang Pada 4 November 2019

KPK memastikan akan menghadapi sidang praperadilan yang diajukan mantan Menpora Imam Nahrawi pada Senin (4/11/2019) mendatang.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, KPK sedang mempelajari permohonan praperadilan yang diajukan oleh Imam Nahrawi.

"Pada prinsipnya tentu kami akan menghadapi dan juga meyakini bahwa sejak awal kasus ini memang didasarkan pada bukti yang kuat," kata Febri dalam keterangan tertulis, Selasa (22/10/2019), dikutip dari Kompas.com.

Febri menyebutkan, tidak ada kebaruan dalam alasan permohonan praperadilan yang diajukan Imam.

Menurut Febri, alasan-alasan yang diajukan Imam sering ditemui dalam permohonan praperadilan sebelumnya.

Satu di antaranya, kata Febri, alasan yang hanya mengacu pada KUHAP bahwa penetapan tersangka seharusnya dilakukan pada tahap penyidikan.

"Alasan ini sudah sering ditolak hakim, karena memang UU KPK mengatur secara khusus, bahwa sejak proses Penyelidikan, KPK sudah mencari alat bukti"

"sehingga ketika ditemukan bukti permulaan yang cukup, maka pada saat Penyidikan dimulai sekaligus dapat dilakukan penetapan tersangka," kata Febri.

Menurut Febri, ketentuan yang bersifat khusus ini memang seringkali tidak dipahami secara tepat sehingga para pemohon berulang kali menggunakan argumentasi tersebut.

Lebih lanjut, Febri memastikan penyidikan perkara yang menjerat Imam masih terus berlanjut seiring proses praperadilan yang berjalan.

"Kami meyakini proses formil yang dilakukan KPK ataupun bukti substansi yang kami miliki kuat untuk terus melakukan penyidikan dan proses lanjutan," kata Febri.

Sebelumnya diketahui, sidang praperadilan Imam Nahrawi yang mestinya digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Senin kemarin diundur menjadi Senin (4/11/2019) karena tak dihadiri pihak KPK.

Dalam praperadilannya, Imam mengajukan sejumlah petitum.

"Menyatakan menerima dan mengabulkan permohonan Pemohon untuk seluruhnya," demikian bunyi petitum pertama permohanan praperadilan Imam Nahrawi tersebut.

Kemudian, menyatakan penetapan tersangka terhadap Imam Nahrawi yang didasarkan pada Surat Perintah Penyidikan Nomor Sprin.Dik/94/DIK.00/01/08/2019, tanggal 28 Agustus 2019 tidak sah dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat.

Berikutnya, menyatakan Surat Perintah Penahanan Nomor Sprin.Han/111/DIK.01.03/01/09/2019 tanggal 27 September 2019 tidak dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat.

Petitum selanjutnya adalah memerintahkan kepada KPK untuk menghentikan seluruh tindakan penyidikan terhadap Imam Nahrawi.

Serta memerintahkan KPK mengeluarkan Imam Nahrawi dari Rutan Pomdam Jaya Guntur sejak putusan dibacakan.

Dalam kasusnya di KPK, Imam diduga telah menerima suap sebanyak Rp 14,7 miliar melalui staf pribadinya Miftahul Ulum selama rentang waktu 2014-2018.

Selain itu, dalam rentang waktu 2016-2018 Imam Nahrawi juga diduga meminta uang senilai Rp 11,8 miliar.

Total penerimaan Rp 26,5 miliar tersebut diduga merupakan commitment fee atas pengurusan proposal hibah yang diajukan KONI kepada Kemenpora Tahun Anggaran 2018.

Artikel ini telah tayang di Tribunjatim.com dengan judul "'Surat Cinta' Imam Nahrawi dari Penjara Diekspos Istri, Ada Pesan Khusus ke Anak, Shobibah: Goresan"

Editor: Panji Baskhara
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved