Breaking News:

Sumpah Pemuda

Hari Sumpah Pemuda, Fahri Hamzah Minta Pemuda Menikah untuk Lupakan Politik

Peringati Hari Sumpah Pemuda, Fahri Hamzah minta kalangan muda segera menikah untuk melupakan sejenak kebisingan politik saat ini.

instagram
Fahri Hamzah di acara Garbi 

Terbebas dari politik bangsa yang penuh intrik, mantan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengusulkan hal serupa kepada para pemuda.

Mereka diminta agar cepat menikah untuk sejenak melupakan kebisingan politik yang masih terasa.

Nasehat itu disampaikan Fahri Hamzah lewat akun instagramnya @fahrihamzah; pada Selasa (29/10/2019).

Walau terlambat sehari dari peringatan Sumpah Pemuda yang dirayakan setiap tanggal 28 Oktober, inisiator Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) itu berharap agar kaum muda dapat meninggalkan politik sejenak.

Peringati Sumpah Pemuda, Puluhan Banteng Milenial DKI Deklarasi Peduli Lingkungan

"Aku memberi nasehat kepada yang bergejolak atau yang bergelora, panas dan membakar... Menikahlah segera, lupakan sejenak kebisingan ini.. Pergilah menjemput buah hatimu yang telah lama menunggu dan menanti keputusanmu... Ambillah janji dan katakan kata-kata yang ia tunggu... 'Aku terima nikahmu dengan maskawin tersebut tunai!'" tulis Fahri mengawali statusnya berjudul 'Menikah Menempuh Kesunyian' itu.

"Demikianlah kalimatmu menggelegar.. membuah tangis kebahagiaan yang tiada tara, dan langit berguncang mengantar pesan kepada Tuhan. 'Tuhan, seseorang telah mengambil tanggungjawab dan memulai sebuah perjalanan sunyi'," tambahnya.

Malam Ini Video Mapping Sumpah Pemuda Garapan JVMP Diputarkan Terakhir di Gereja Katedral Jakarta

Pernikahan menurutnya adalah salah satu cara untuk memulai sebuah kesunyian. Karena setiap pasangan katanya harus saling menerima apa adanya, baik perih, getir, suka duka dan tangis sedu-sedan itu adalah irama jiwa para pecinta.

"Jika pernikahan kau terima sebagai kesunyian, maka diamlah, saling tatap wajah yang jernih dalam mahligai cinta... Jika kau bersih wajahnya nampak putih, jika kau sedih wajahnya nampak buram, jika kau rindu ia membiru, jika kau marah ia memerah... Itu cermin yang jujur... Hei anak muda," tegas Fahri.

"Ini hari Sumpah Pemuda, kan? Sesekali bersumpahlah untuk menerima tanggungjawab dalam perjalanan sunyi itu... Bagaimana kau mau menyatukan tanah air, bangsa dan Bahasa, sementara menyatukan hatimu dengannya saja kau tak sanggup? Bagaimana sumpahmu diterima?," tanyanya.

Alasan dirinya menasehati diungkapkannya karena para kaum muda butuh kesunyian dan meninggalkan bisingnya politik sejenak. Ketenangan juga dimaksudkan agar menemkukan jati diri dan tujuan hidup, termasuk menikah yang menurutnya merupakan setengah dari perjalanan hidup manusia.

Kecewa Soal Kabinet Indonesia Maju, Sekjen PDIP: Presiden Bukan Tukang Es Krim

Halaman
12
Penulis: Dwi Rizki
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved