Breaking News:

Tewas Digigit Anjing

BABAK Baru Kasus ART Tewas Digigit Anjing, Kemenkumham Sebut Ada Unsur Pidana

Kasus tewasnya Yayan (35), seorang ART yang meninggal digigit anjing peliharaan majikannya pada Jumat (30/8) lalu, masih terus berlanjut.

Instagram @Bimaaryo
Bima Aryo ziarah ke makam korban ART yang tewas digigit anjingnya 

Kasus tewasnya Yayan (35), seorang ART yang meninggal digigit anjing peliharaan majikannya pada Jumat (30/8/2019) lalu, masih terus berlanjut.

Kanit Reskrim Polsek Cipayung Iptu Esti Budi Setyanta mengungkapkan, pihaknya telah mendapatkan jawaban saksi seorang ahli hukum yang berasal dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) mengenai kasus tersebut.

Jawaban dikirimkan melalui surat sebagai pengganti ahli hukum yang tak bisa hadir ke Mapolsek Cipayung.

Berdasarkan surat tersebut, Kemenkumham mendapati adanya unsur pidana yang dilakukan TD (72) selaku majikan Yayan.

"Iya (ada unsur tindak pidana). Dari Kemenkumham menyatakan seperti itu. Pasal yang diterapkan pasal 490 ayat 3 KUHP. Tapi status ibunya masih terlapor," kata Budi di Mapolsek Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (29/10/2019).

 HEBOH Jenazah Wanita Hidup Lagi Seusai Disentuh Suaminya, Sudah 3 Hari Meninggal & Nyaris Dikremasi

 Siap Jadi Kapolri, Sepak Terjang Komjen Idham Aziz dari Berantas Teroris Hingga Buru Putra Cendana

 Inilah 13 Tokoh Sejarah yang Berperan Dalam Pembuatan Teks Sumpah Pemuda

 Putri Amelia Digrebek di Hotel Kota Batu Tersangkut Prostitusi Sempat Melamar Staf DPR

Berdasarkan Pasal 490 ayat 3 dituliskan bahwa Barang siapa tidak menjaga secukupnya binatang buas yang ada di bawah penjagaannya, supaya tidak menimbulkan kerugian.

Apabila ibunda Bima Aryo tersebut nantinya ditetapkan sebagai tersangka, maka konsekuensi hukum yang harus diterimanya berupa penjara paling lama enam hari atau denda paling banyak Rp 300.000.

"Dari Kemenkumham menyatakan peristiwa tersebut akan berkaitan dengan beberapa peraturan perundangan. Antara lain KUHP, isi surat seperti Kemenkumham seperti itu," ujarnya.

Dalam surat yang diterima penyidik Unit Reskrim Polsek Cipayung terdapat empat poin yang mewakili pendapat saksi ahli pidana dari Kemenkumham.

 Pagar Mewah Rp 80 Juta Roboh Karena Perbaikan Selokan Air, Pemilik Tuntut Ganti Rugi

Salah satu poin berisi mengenai ancaman hukuman bagi pemilik yang tak merawat hewannya sehingga terjangkit rabies dan poin kedua terkait penerapan pasal.

Namun demikian, anjing berjenis Malinois Belgian bernama Sparta tersebut dinyatakan sehat dan terbebas dari virus rabies sehingga unsur pidana hanya terdapat pada Pasal 490 KUHP.

"Kalau anjing ini tidak sehat, terkena rabies dikenakan peraturan rabiesnya. Tapi dari hasil pemeriksaan kemarin anjingnya sehat, makannya dikenakan pasal 490 ayat 3 tadi," tuturnya. (abs)

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved