Lingkungan Hidup

Warga Gang Sekretaris 1 Tanjunng Duren Utara Keberatan Iuran Sedot Tinja Septic Tank

Warga keberatan jika harus membayar iuran penyedotan tinja septic tank yang akan dilakukan setiap enam bulan.

Penulis: Desy Selviany | Editor:
Warta Kota/Desy Selviany
14 Septic Tank di Gang Sekretaris 1, Tanjung Duren sudah terpasang, Senin (28/10/2019). Masih ada tujuh septic tank lagi yang akan dipasang oleh pihak Kelurahan Tanjung Duren Utara bagi 21 warga RT015/RW07 , Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Selatan. 

Warga Gang Sekretaris 1, Tanjung Duren, Jakarta Barat masih gelisah.

Mereka belum tahu penyedotan tinja septic tank akan dibebankan kepada mereka atau digratiskan pemerintah.

Pengerjaan septic tank di Gang Sekretaris I RT015/RW007 Kelurahan Tanjung Duren Utara, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, hampir seluruhnya selesai.

VIDEO: Sudah Punya Septic Tank, Warga Tanjung Duren Masih Khawatir

Dari target 21 tanki, sudah 14 septic tank yang terpasang.

Kini bau tidak sedap di pinggiran depan rumah warga semakin berkurang.

Beton-beton bertuliskan Sudin SDA Jakarta Barat terlihat di sepanjang gang sempit tersebut.

Penyebaran Rumah Non Septic Tank Tidak Merata, Pemkot Jakbar Sulit Kasih Bantuan

Meski senang pemukimannya sudah bersih, Maryono (40) masih khawatir.

Pasalnya, mereka masih belum tahu soal kepastian penyedotan tinja septic tank yang rencananya akan dilakukan setiap 6 bulan sekali.

"Iya seneng sih seneng, tapi ini juga masih bingung, siapa yang nanggung pas disedot, soalnya belum ada informasi dari RT/RW," kata pria yang berprofesi sebagai petugas kebersihan itu.

Rumah Berlantai Keramik, Warga Kalideres Masih Ogah Bangun Septic Tank di Rumah Masing-masing

Maryono berharap, iuran penyedotan tinja tidak dibebankan kepada warga.

Sebab penghasilan warga di wilayah tersebut sudah pas-pasan.

Misalnya saja Maryono mengaku ia hanya mendapatkan penghasilan Rp700.000 per bulan.

Tak Punya Septic Tank, Warga Tanjung Duren Buang BAB Langsung ke Kali Sekretaris

Setiap bulan ia harus mengeluarkan Rp500.000 untuk membayar kontrakan dan segala macam iuran lain.

"Sudah sisanya tinggal Rp200.000 untuk hidup, jadi kalau ada iuran lagi cukup memberatkan," kata Maryono.

Warga lain, Amah (47) juga berharap pemerintah membantu perawatan septic tank.

Sebab kata Amah, penghasilan mereka pas-pasan kalau harus membayar iuran lagi.

"Seneng sekarang sudah bersih, tapi saya juga masih bingung ini bagaimana soal perawatan, katanya disedot setiap 6 bulan, tapi belum dijelasin itu dibebankan ke siapa," ujar Amah.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved