Jakarta

Belum Ada Rekayasa Lalu Lintas Saat Penataan Trotoar, Jalan Kemang Raya Jadi Jalur Tengkorak

Penyempitan jalan imbas penataan trotoar di Jalan Kemang Raya dikhawatirkan warga. Belum ada rekayasa lalu lintas hampir merenggut korban jiwa

Belum Ada Rekayasa Lalu Lintas Saat Penataan Trotoar, Jalan Kemang Raya Jadi Jalur Tengkorak
istimewa/sosmed
Jalan di Kemang Raya, Jakarta Selatan jadi jalur tengkorak akibat tak ada rekayasa lalu lintas saat penataan trotoar 

"Ini pengaturan lalu lintasnya gimana? Kalo nggak direkayasa bisa-bisa Jalan kemang jadi jalur tengkorak, untungnya belum aja kejadian (kecelakaan)," jelasnya dihubungi pada Senin (28/10/2019).

Terkait hal tersebut, Kasudin Perhubungan Jakarta Selatan Christianto menyebutkan pihaknya akan menerapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem dua lajur dan satu lajur di Jalan Kemang Raya.

TERUNGKAP Galaksi Bima Sakti yang Terlihat Dipenuhi Gugusan Bintang Ternyata Cuma Rekayasa

Sudin Perhubungan akan pasang traffic cone mulai dari Simpang Jeruk Purut hingga Simpang Jalan Kemang Selatan X secara bergantian.

Pemasangan traffic cone yang dapat menjadi pembatas jalan tersebut disesuaikan dengan waktu, yakni sistem dua lajur dan satu lajur dari arah Selatan menuju Utara pada pukul 06.00 WIB-15.00 WIB.

Sebaliknya, sistem dua lajur dan satu lajur dari arah utara menuju selatan akan diberlakukan mulai dari pukul 15.00 WIB-06.00 WIB.

 "Setiap harinya pada jam sibuk akan ada rekayasa lalu lintas dengan penempatan petugas dan pemasangan traffic cone pada saat rekayasa lalu lintas dengan sistem pagi hari dua lajur dari arah selatan ke utara dan satu lajur dari arah utara ke selatan,"

"Sebaliknya, pada sore hari dua lajur dari arah utara ke selatan dan satu lajur dari arah selatan ke utara," ungkapnya saat dihubungi Wartakotalive.com pada Senin (28/10/2019).

Rekayasa lalu lintas tersebut diungkapkannya bertujuan untuk mengurai kemacetan pada jam sibuk pagi maupun sore hari, sebab diketahui adanya penguranganlajur pasca pembangunan trotoar interaktif yang digagas oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

 "Rekayasa dimulai hari ini, diharapkan masyarakat selalu berhati hati, tertib berlalu lintas demi keselamatan saat berkendara," jelasnya.

Sementara, terkait keamanan penggunaan traffic cone, Christinto mengaku optimis. Dirinya pun meyakini traffi cone dapat memisahkan kedua arus lalu lintas yang saling berlawanan itu, khususnya pada malam hari.

"Makanya dikasih (traffic) count yang terang," jelasnya. (*)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved