Breaking News:

SPKLU

PLN Gratiskan Listrik untuk Isi Baterai Kendaraan hingga Desember 2019

PLN Distribusi Jakarta Raya akan menggratiskan listrik di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang diresmikan pada Senin (28/10/2019)

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor:
Istimewa
Pertama di Indonesia, Ini Fasilitas Pengisian Baterai Mobil Listrik di Bandara Soekarno-Hatta 

Perusahaan Listrik Negara (PLN) Distribusi Jakarta Raya akan menggratiskan listrik di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang diresmikan pada Senin (28/10/2019) dan Selasa (29/10/2019) mendatang.

Upaya ini dilakukan sebagai bentuk pengenalan pengisian kendaraan bertenaga listrik, sekaligus mendorong masyarakat agar beralih memakai kendaraan tersebut.

“Untuk di Jakarta akan ada lima SPKLU,” ujar General Manager PLN Distribusi Jakarta Raya, Ikhsan Asaad di acara Karnaval Jakarta Langit Biru, Senayan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Minggu (27/10/2019).

Menurut dia, lima SPKLU itu memiliki tiga jenis pengisian di antaranya ultra fast charging berdaya 150 Kwh, fast charging berdaya 20-50 Kwh, dan normal fast charging berdaya 25 Kwh.

Untuk pengisian ultra fast charging dan fast charging berada di Kantor PLN Distribusi Jakarta Raya di Jalan Ridwan Rais, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat.

Sedangkan pengisian normal charging berada di Senayan City, Pondok Indah Mal dan Aeon Mal Bumi Serpong Damai (BSD)

“Lima SPKLU yang dibangun itu terdiri dari ultra fast charging dan fast charging masing-masing satu unit, dan sisanya tiga unit normal charging,” katanya.

“Sementara masih kami berikan gratis sampai Desember 2019 ini sambil menunggu penetapan tarif dari Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral),” ujarnya.

Dia meyakini, tarif listrik dari SPKLU akan lebih rendah dari bahan bakar minyak (BBM) yang dipakai kendaraan saat ini.

Namun harga rendah yang dimaksud bukan berarti murahan, karena bila terlalu murah tidak akan ada yang mau berinvestasi untuk membangun SPKLU tersebut.

“Investasinya memang agak mahal sekitar Rp 1 miliar untuk ultra fast charging, karena itu penentu titiknya kami buatkan perencanaan dengan matang.

Misalnya jalan tol pakai ultra fast charging dan fast charging, tapi kalau di mal cukup kami sediakan normal charging saja,” jelasnya. 

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved