Setelah Pergi ke China dan Pekalongan, Rahmat Effendi Wacanakan Kelola Sampah Berbasis Android

Setelah Pergi ke China dan Pekalongan, Rahmat Effendi Wacanakan Kelola Sampah Berbasis Android

Setelah Pergi ke China dan Pekalongan, Rahmat Effendi Wacanakan Kelola Sampah Berbasis Android
Warta Kota/Muhammad Azzam
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi. 

Pemerintah Kota Bekasi tengah merencanakan untuk menerapkan sistem berbasis Android dalam pengelolaan sampah di Kota Bekasi.

Rencana itu muncul ketika Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi melakukan kunjungan daerah ke Kabupaten Pekalongan beberapa waktu lalu.

Kabupaten Pekalongan telah menerapkan sistem itu dan dinilai berhasil dalam pengelolaan sampah.

"Kota Bekasi lagi berusaha bagaimana caranya agar dapat melakukan pengelolaan sampah dengan baik dan maksimal.

Waktu itu saya kunjungan kerja ke China, minggu lalu ke Pekalongan untuk pelajari itu," ujar Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, Jumat (25/10/2019).

Stok Blangko E-KTP Minim, Wali Kota Bekasi: Kalau Mendagri Susah, Kita Kirim Uang ke Mendagri

Dari hasil dua kunjungan kerja itu, kata Rahmat, ia akan lebih dulu menerapkan pengelolaan sampah seperti di Kabupaten Pekalongan.

"Kalau Pekalongan sederhana, Pekalongan itu nanti si pengelola sampah yang ada di daerah ekonomis tinggal memanggil melalui online nanti dia datang beli sehingga ter- reduce, itu kan canggih," kata Rahmat.

Rahmat menjelaskan sistem manajemen pengelolaan sampah berbasis online di Kabupaten Pekalongan itu menggunakan aplikasi Yowaste Impact.

Itu merupakan aplikasi berbasis Android yang diterapkan sebagai sarana penyampaian kepada pemerintah sehingga nantinya dari pemerintahan akan menjemput sampah tersebut.

"Jadi tinggal mendownload aplikasi terlebih dahulu, kemudian gunakan aplikasi apabila sampah di rumah sudah penuh tentunya sudah dipisah jenis sampahnya. Nanti akan diambil oleh petugas kemudian di kasih label nama pemilik oleh petugas," tutur Rahmat.

Kemudian nantinya akan mendapatkan reward atau penghargaan berupa konsultasi gratis, berupa nominal, ataupun yang lainnya seperti pembelian pulsa, pelayanan di rumah sakit, membeli obat di apotek, dan lainnya.

Maka dari itu, kata Rahmat, Yowaste Impact Apps sangat tepat diimplementasikan di Kota Bekasi.

Apalagi Kota Bekasi dihuni 2,7 juta jiwa sehingga pembangunan infrastruktur sistem pengelolaan sampah sangat diperhatikannya.

"Di Kota Bekasi jumlah penduduknya sangat padat hingga 2,7 juta jiwa. Menghasilkan humlah sampah hingga 1.800 Ton. Maka penerapan aplikasi itu langkah menumbuhkan kepedulian warga terhadap sampah dan sampah yang ada terkelola dengan baik," paparnya. 

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Mirmo Saptono
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved