Breaking News:

Industri

Emil Elestianto Dardak Ungkap Keluhan yang Disampaikan Industri Rokok Terkait Rencana Kenaikan Cukai

Emil Elestianto Dardak mengatakan, kenaikan cukai tambakau di tahun depan akan berdampak psikologis konsumen yang berakibat pada penyerapan pasar.

Tribun Jogja
Ilustrasi industri rokok. 

Dikeluarkannya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No 152/PMK.010/2019 mengesahkan kenaikan cukai tembakau mulai 1 Januari 2020 sebesar 21,55%.

Rata-rata kenaikan cukai tembakau tahun depan naik dua kali lipat dibandingkan tahun 2018, yang mana di tahun 2019 tidak terjadi kenaikan pada cukai tembakau.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak berpendapat atas kenaikan cukai rokok tersebut.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak mengatakan, kenaikan cukai tambakau di tahun depan akan berdampak psikologis konsumen yang berakibat pada penyerapan pasar.

“Kenaikan ini yang ditumpuk di satu waktu, akan terdampak pada serapan pasar yang menyebabkan industri bukan lagi turun, tetapi anjlok,” katanya kepada media, Rabu (23/10/2019).

Hal inilah yang dikeluhkan para pelaku Industri Hasil Tembakau (IHT) ketika menemui Emil beberapa waktu sebelumnya.

Sebagai wakil Gubernur, Emil mengatakan Jawa Timur merupakan provinsi terbesar ke dua di sektor tembakau dan banyak masyarakat Jawa Timur yang bergantung pada sektor tersebut.

Berdasarkan data Dirjen Perkebunan di tahun 2017, petani tembakau Indonesia mencapai jumlah 2,3 juta orang yang 83% nya berada di area Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Emil menyadari, komoditas tembakau adalah sektor yang dibatasi oleh pemerintah dengan pertimbangan kesehatan.

“Namun, ada komoditas komoditas negatif yang belum mendapatkan pembatasan yang sama seperti tembakau,” katanya.

Marullah Matali Ungkap Pemasangan Spanduk Tidak Berizin Membahayakan Aktivis yang Memasang Spanduk

Halaman
12
Penulis:
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved