Jakarta

TERBONGKAR! Puluhan Taman di DKI Diketahui Gunakan Cat Bertimbal

Penggiat lingkungan dari Yayasan Nexus3 mendapati 20 taman umum dan 12 taman bermain anak di Taman Kanak-kanak (TK) yang masih memakai cat bertimbal.

Warta Kota/Adhy Kelana
Foto ilustrasi: Seorang anak tampak bermain di area taman yang tak terawat di kawasan Cipinang, Selasa (15/10/2019). 

Penggiat lingkungan dari Yayasan Nexus3 mendapati 20 taman umum dan 12 taman bermain anak di Taman Kanak-kanak (TK) yang masih memakai cat bertimbal.

Puluhan sarana bermain itu berada di lima lokasi DKI Jakarta dan terungkap setelah peneliti menganalisis memakai X-Ray Fluorescence (X-RF).

“Tingginya kadar timbal yang terdeteksi pada cat peralatan bermain di luar ruangan sangat mengkhawatirkan dan tidak dapat diterima dari aspek kesehatan,” kata Peneliti Senior dari Nexus3, Yuyun Ismawati berdasarkan rilis yang diterima pada Rabu (23/10/2019).

Yuyun mengatakan, seiring dengan frekuensi penggunaannya berulang kali serta paparan sinar matahari dan hujan, cat pada permainan akan memudar.

Kondisi ini akan menyebabkan cat terkelupas dan bercampur dengan debu dan tanah, yang dapat masuk ke dalam tubuh anak-anak melalui perilaku tangan ke mulut.

 BREAKING NEWS: Inilah Susunan Kabinet Indonesia Maju, Jenderal Tito Karnavian Jadi Mendagri

 SOSOK RAJA MSWATI III Datang ke Pelantikan Presiden, Punya 15 Istri dan 23 Anak, Satu Istrinya Tewas

 BUPATI Tetty Paruntu Bongkar Aktor Utama hingga Dirinya Datang ke Istana: Tunjukkan Bukti Lewat WA

 Baju Gibran Ditarik Paspampres di Depan Jokowi Saat Pelantikan Presiden, Begini Kisah Selengkapnya

Berdasarkan kajian, sebanyak 82 dari 119 perlatan bermain yang dianalisis memiliki konsentrasi timbal total di atas 90 bagian per juta (ppm). Padahal batas ambangnya adalah 90 ppm.

Selain itu, peralatan bermain dengan warna cat kuning ditemukan memiliki tingkat timbal yang sangat tinggi, di atas 4.000 ppm

Yuyun berharap ada langkah dari pemerintah daerah maupun pusat dalam menyusun peraturan dan perundang-undangan yang mengatur cat bertimbal.

Payung hukum dibuat juga sebagai promosi langkah-langkah untuk mengurangi dan mencegah bahaya debu bertimbal ketika peralatan bermain lama yang mengandung timbal direnovasi, dicat ulang, atau diganti.

 Presiden Jokowi Kenalkan 38 Menteri Kabinet Indonesia Maju, Ada Muka Baru

“Studi ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai keberadaan cat bertimbal di taman bermain anak-anak dan mendorong pihak yang berwenang untuk mengambil tindakan tegas,” ujar Yuyun.

Dia mengatakan, penelitian ini juga melibatkan IPEN, lembaga swadaya masyarakat (LSM) jaringan global yang memiliki kepentingan publik untuk masa depan dari racun.

Dalam penelitian ini, posisi Nexus3 menjadi anggotanya.

Sementara itu, Juru Kampanye Global Penghapusan Cat Bertimbal IPEN, Jeiel Guarino mengatakan, debu dan tanah yang mengandung timbal merupakan jalur utama paparan timbal terhadap anak-anak, yang berdampak buruk bagi kesehatan mereka seumur hidup.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved