Kabinet Jokowi

Tak Ada Menteri Asal Papua di Kabinet Indonesia Maju, Ini Kata Juru Bicara Presiden

JURU Bicara Presiden Fadjroel Rachman menjawab pertanyaan terkait tak ada satu pun menteri Kabinet Indonesia Maju yang berasal dari Papua.

Tak Ada Menteri Asal Papua di Kabinet Indonesia Maju, Ini Kata Juru Bicara Presiden
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
38 Menteri Kabinet Indonesia Maju dilantik di Istana Negara pada Rabu (23/10/2019) 

JURU Bicara Presiden Fadjroel Rachman menjawab pertanyaan terkait tak ada satu pun menteri Kabinet Indonesia Maju yang berasal dari Papua.

Ia menuturkan, dalam kabinet kali ini, Jokowi justru ingin menampilkan sosok putra-putri terbaik Indonesia tanpa memandang suku, ras, maupun agama.

Hal itu disampaikan Fadjroel Rachman di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (23/10/2019).

Fachrul Razi Duga Jokowi Pilih Dia Jadi Menteri Agama karena Alasan Ini

"Sekali lagi akan dinyatakan oleh Pak Jokowi bahwa tidak lagi kita memikirkan tentang perbedaan baik suku agama ras dan segala macam," ujar Fadjroel Rachman.

Dirinya menambahkan, Kabinet Indonesia Maju yang terdiri dari 34 menteri dan 4 pimpinan lembaga setingkat menteri, juga mempertimbangkan kualitas kerja tanpa melihat asal muasal daerah.

"Ini adalah wajah Indonesia, mereka (anggota kabinet kerja Indonesia Maju) adalah putra-putri terbaik Indonesia tanpa harus melihat dari mana asal mereka," tuturnya.

Pesan Khusus Jokowi untuk Menpora Zainudin Amali: Sepak Bolanya, Pak!

Sebelumnya Wartakotalive memberitakan, tak ada orang asli Papua di Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024, yang baru dilantik Presiden Jokowi pada Rabu (23/10/2019) pagi.

Dari total 38 nama menteri dan kepala lembaga setingkat menteri, tidak ada orang asli yang berasal dari Bumi Cenderawasih.

Satu nama yang disebut-sebut 'berbau' Papua adalah Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia.

 Erick Thohir Bakal Jabat Menteri, Tagar GueBukanErick Jadi Trending Topic Twitter

Dikutip dari www.bahlil-lahadalia.com, pria kelahiran Banda, Maluku Tengah, Maluku pada 7 Agustus 1976 itu pernah menjadi sopir angkot dan penjual koran.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved