Berita Jakarta

Langgar Jarak Bebas Bangunan, Minimarket di Jagakarsa Dibongkar Petugas

Terbukti melanggar jarak bebas antar bangunan, sebuah minimarket di Jalan Mohammad Kaffi 1 Nomor 15 RT 02/06 Kelurahan Jagakarsa, Kecamatan Jagakarsa,

Langgar Jarak Bebas Bangunan, Minimarket di Jagakarsa Dibongkar Petugas
Wartakotalive.com/Rizki Amana
Suasana penertiban sebuah minimarket di Jalan Mohammad Kaffi 1 Nomor 15 RT 02/06 Kelurahan Jagakarsa, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan pada Rabu (23/10/2019). 

JAGAKARSA, WARTAKOTALIVE.COM - Terbukti melanggar jarak bebas antar bangunan, sebuah minimarket di Jalan Mohammad Kaffi 1 Nomor 15 RT 02/06 Kelurahan Jagakarsa, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan dibongkar petugas Satpol PP Jakarta Selatan, Rabu (23/10/2019).

Penertiban tersebut diungkapkan Kepala Satpol PP Jakarta Selatan, Ujang Hermawan merupakan tindak lanjut atas sejumlah peringatan yang tidak kunjung diindahkan pemilik bangunan.

Sebab diketahui, Surat Peringatan (SP) bertajap, mulai dari SP 1 hingga SP 3 serta Surat Perintah Pembongkaran tidak kunjung diindahkan.

Suasana penertiban sebuah minimarket di Jalan Mohammad Kaffi 1 Nomor 15 RT 02/06 Kelurahan Jagakarsa, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan pada Rabu (23/10/2019).
Suasana penertiban sebuah minimarket di Jalan Mohammad Kaffi 1 Nomor 15 RT 02/06 Kelurahan Jagakarsa, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan pada Rabu (23/10/2019). (Wartakotalive.com/Rizki Amana)

Sementara, luasan bangunan minimarket tidak sesuai dengan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang dimohonkan kepada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Jakarta Selatan.

Sehingga, lanjutnya, sesuai dengan Rekomendasi Teknis (Rekomtek) Suku Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (Citata) Jakarta Selatan, bangunan harus dibongkar.

"Oleh karena itu hari ini kita bongkar, karena bangunan tidak sesuai dengan jarak bebas belakang IMB.

"Bangunan melebihi jarak bebas belakang yang diperkenankan," ungkap Ujang ditemui di sela-sela penertiban pada Rabu (23/10/2019).

Ditemui bersamaan, Kepala Seksi Penertiban dan Ketertiban Umum Satpol PP Jakarta Selatan, Luasman Manihuruk menyebutkan pembongkaran tidak menyasar seluruh bangunan, tetapi hanya pada bagian dinding dan dak beton bagian belakang bangunan.

Seluruh bagian tersebut dipotong juru bongkar menggunakan jack hammer, yakni mesin penghancur beton.

Tidak membutuhkan waktu lama, dak beton berhasil dipotong berikut dinding bangunan yang dengan mudah dirobohkan juru bongkar.

"Pemilik terbukti melanggar IMB, kita potong sebagian bangunannya. Hal ini harus menjadi pelajaran bagi pemilik dan masyarakat untuk mematuhi IMB," tegasnya.

Oleh karena itu, Luasman mengimbau kepada masyarakat agar menyesuaikan bentuk bangunan dengan desain yang dilampirkan dalam IMB.

Sehingga, pembongkaran paksa bangunan tidak kembali dilakukan.

"Harapan pemerintah agar masyarakat mengurus IMB, setelah didapatkan IMB bangunan juga harus sesuai dengan denah pada IMB.

"Supaya nggak dibongkar seperti ini, kan rugi material hancur sia-sia, kalau yang rugi siapa? Ya masyarakat juga," tutupnya. (m23)

Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved