Indonesia Diprediksi Akan Ada Peningkatan Orang Depresi dan Bunuh Diri, Bagaimana Penjelasannya?

Depresi akan menjadi masalah kesehatan jiwa yang besar di Indonesia. Terlebih pada 2020, Indonesia akan mendapatkan "bonus" demografis.

Indonesia Diprediksi Akan Ada Peningkatan Orang Depresi dan Bunuh Diri, Bagaimana Penjelasannya?
Lifealth
Ilustrasi depresi 

WARTA KOTA, PALMERAH--- Depresi akan menjadi masalah kesehatan jiwa yang besar di Indonesia.

Terlebih pada 2020, Indonesia akan mendapatkan "bonus" demografis.

Artinya, diprediksi akan ada lebih banyak orang yang mengalami depresi, bahkan memiliki pemikiran bunuh diri.

Badan kesehatan dunia World Health Organization (WHO) bahkan memprediksi, depresi akan menjadi penyakit dengan angka kasus tertinggi kedua, setelah penyakit jantung.

Mengapa penting untuk membicarakan depresi dan bunuh diri di Indonesia?

Suhu sedang Panas-panasnya, Berikut Ini Serba-serbi Heat Stroke: Dari Penyebab Hingga Penanganan

Kepala koordinator komunitas Into the Light Indonesia, Benny Prawira Siauw mengingatkan, apabila depresi sampai berujung pada tindakan bunuh diri, maka Indonesia akan kehilangan banyak orang, termasuk potensi sumber daya manusia unggul.

"Penting bagi kita membicarakan ini, untuk Indonesia," kata Benny beberapa waktu lalu.

Benny yang juga mendalami ilmu mengenai perilaku dan pencegahan bunuh diri atau suicidology ini mengungkapkan, tindakan bunuh diri berawal dari pemikiran hendak mengakhiri hidup, dengan cara mematikan, secara sengaja.

Ia menyebutkan, sebanyak 800 ribu jiwa meninggal dunia akibat bunuh diri, per tahun.

Artinya, tindakan bunuh diri telah merenggut 1 korban jiwa setiap 40 detik.

Halaman
1234
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved