Ketenagakerjaan

Anies Kukuhkan 28 Anggota Dewan Pengupahan DKI

“Kami ingin Dewan Pengupahan bisa betul-betul mempertimbangkan penentuan upah dengan baik, karena di Jakarta punya implikasi nasional,”

Anies Kukuhkan 28 Anggota Dewan Pengupahan DKI
Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengukuhkan 28 Dewan Pengupahan Provinsi DKI Jakarta periode 2019-2022 di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (23/10/2019). 

Gubernur DKI  Anies Baswedan mengukuhkan 28 anggota Dewan Pengupahan Provinsi DKI Jakarta periode 2019-2022.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan  itu mengatakan, hal itu menjadi momen bersejarah karena pertama kali anggota Dewan Pengupahan dikukuhkan melalui acara resmi.

“Selama ini tidak pernah dilakukan proses pengukuhan, hanya dapat surat tugas saja. Tapi tahun ini kami selenggarakan,” kata Anies di di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambi, Jakarta Pusat, Rabu (23/10/2019) siang.

Dewan Pengupahan DKI Jakarta Akan Rekomendasikan UMP 2020 Pekan Depan ke Gubernur

Dewan Pengupahan DKI Jakarta Telah Selesaikan Survei Kebutuhan Hidup Layak

Anies mengatakan, pemerintah sengaja menggelar acara pengukuhan itu sekaligus memberikan pesan kepada semua anggota bahwa peran mereka sangat penting dalam memberi rekomendasi nilai Upah Minimum Provinsi.

Apalagi keberadaan mereka terdiri dari berbagai unsur seperti pengusaha, serikat pekerja, pemerintah, akademisi, peneliti dan sebagainya.

“Kami ingin Dewan Pengupahan bisa betul-betul mempertimbangkan penentuan upah dengan baik, karena di Jakarta punya implikasi nasional,” ujarnya.

Serikat Pekerja Keukeuh Tolak Kenaikan Upah 8,51 Persen Mengacu PP

Upah Pekerja DKI Jakarta Diprediksi Naik Rp 335.000 Tahun 2020, dari Rp 3,9 Juta Menjadi Rp 4,2 Juta

Upah Minimum Provinsi Ditetapkan Naik 8,51 Persen, Segini UMP DKI Jakarta

Dewan Pengupahan DKI  telah mengusulkan nilai UMP untuk tahun 2020.

Akan tetapi, besaran UMP yang diusulkan itu masih akan dibahas lagi oleh Pemprov DKI Jakarta.

“Terkait UMP tadi sudah dimusyawarahkan, tapi hasil keputusannya belum,  karena akan dibahas lagi,” katanya.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Ika Chandra Viyatakarti
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved