Berita Jakarta

Tingginya Lalu Lintas Pelayaran di Teluk Jakarta Rentan Resiko Kecelakaan Kapal

Pasalnya di kawasan itu terdapat dua pelabuhan yaitu Pelabuhan Muara Angke dan Pelabuhan Muara Baru.

Wartakotalive.com/Junianto Hamonangan
Sebuah kapal yang memuat tujuh wisatawan yang sedang berlibur ke Pulau Panggang, tenggelam. Petugas sedang mencari para korban, Sabtu (7/5/2016). 

Arus lalu lintas pelayaran di kawasan Teluk Jakarta dinilai sangat tinggi.

Kondisi itu menimbulkan resiko kecelakaan kapal rentan terjadi di wilayah pesisir Jakarta.

Deputi Bidang Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) dan Kesiapsiagaan Basarnas, Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto, mengatakan Teluk Jakarta pintu masuk ibukota melalui jalur perairan.

Pasalnya di kawasan itu terdapat dua pelabuhan yaitu Pelabuhan Muara Angke dan Pelabuhan Muara Baru.

Kondisi itu tentunya membuat lalu lintas pelayaran meningkat.

"Begitu padat intensitasnya, dari data KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan) terdapat 5.200 kapal perikanan yang berasal dan berangkat dari DKI ke segala penjuru," ucap Nugroho, Selasa (22/10).

Basarnas Jakarta Dorong Penanganan Operasi SAR di Teluk Jakarta Dibuat Lebih Terpadu

Sementara berdasarkan data statistik Distrik Navigasi Tanjung Priok ada sekitar 1.300 kapal yang menggunakan AIS (Automatic Identification System) melintasi Teluk Jakarta setiap bulannya.

"Kepadatan jalur transportasi laut tersebut tentu berimplikasi pada meningkatnya resiko kecelakaan," sambung Nugroho.

Berdasarkan data dari Kantor SAR Kelas A Jakarta, tercatat ada sebanyak 450 peristiwa kecelakaan yang terjadi dalam jangka waktu Januari-Agustus 2019.

KIARA: Ahok dan Anies Baswedan Sama-sama Ancam Kehidupan Ribuan Nelayan Teluk Jakarta

"Dari data tersebut, dapat terlihat betapa tingginya lalu lintas pelayaran di kawasan Teluk Jakarta dan Kepulauan Seribu sehingga berdampak pada tingginya resiko kecelakaan kapal," ujar Nugroho.

Maka dari itu sebagai bentuk antisipasi terhadap kejadian tersebut, perlu diadakannya sinergitas dan kerja sama antar stakeholder dalam memberikan pelayanan SAR yang cepat dan handal.

"Itu menjadi tanggung jawab kita semua tentu dari pemda, dari kepolisian dari aparat teritorial, termasuk BMKG," ungkap Nugroho.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved