Breaking News:

Tersangka Upaya Penggagalan Pelantikan Jokowi-Maruf Amin Meyakini Komunis Makin Berkembang

FAB ditangkap di Jatinegara, Jakarta Timur. Ia bergabung di grup WhatsApp (WA) kelompok ini dan berperan membantu membuat peluru ketapel.

Editor: Yaspen Martinus
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Pengungkapan kelompok yang menyiapkan ketapel peluru gotri dan 'bom' bola karet di Mapolda Metro Jaya, Senin (21/10/2019). 

"Di WA grup  terus diungkapkan bahwa komunis sedang berkembang di Indonesia. Jadi dia berupaya untuk menggagalkan pelantikan Presiden," kata Argo Yuwono.

Kelompok ini masih satu jaringan dengan dua kelompok, di mana ada dosen nonaktif IPB Abdul Basith serta mantan Danjen Kopassus Mayjen Soenarko, yang berjumlah 21 orang dan sudah dibekuk.

Pidato Jokowi Setelah Dilantik Tak Bahas Korupsi, Ini Kata KPK

"Jika satu kelompok AB sebelumnya membuat bom isi paku dan merica serta kelompok lainnya membuat molotov, maka kelompok ini membuat dan menyiapkan ketapel kayu."

"Peluru gotri serta ban karet dari lilitan tali ban yang bisa meledak. Jadi tiga kelompok ini satu jaringan," kata Argo Yuwono dalam konpers di Mapolda Metro Jaya, Senin (21/10/2019)

Menurut Argo Yuwono, ada komunikasi intens antara dosen IPB Abdul Basith serta kelompoknya dengan SH, yang membuat dan menyiapkan ketapel peluru gotri serta bola karet yang bisa meledak.

FOTO-FOTO Barang Bukti Rencana Kerusuhan Pelantikan Jokowi-Maruf Amin, Ada Ketapel Hingga Gotri

"Jadi semua ini berawal dari adanya grand design besar yang intinya menggagalkan pelantikan Presiden dan Wapres di DPR pada tanggal 20 Oktober kemarin."

"Di mana pertemuan awal digelar di rumah SN di Ciputat untuk merencanakan penggagalan pelantikan ini," papar Argo Yuwono.

Dalam komunikasi antara Abdul Basith dan SH, kelompok SH ini rencananya menggunakan ketapel dan bola karet untuk menyerang aparat yang berjaga di Gedung DPR/MPR pada 20 Oktober 2019.

Maruf Amin Tak Takut Jadi Wakil Presiden ke-13, Malah Berharap Keberuntungan

"Dari hasil pemeriksaan diketahui, ketapel dan bola karet, akan dipakai di Gedung DPR untuk menyerang aparat, atau akan diberikan ke demonstran," papar Argo Yuwono.

Kelompok ini, katanya, juga merencanakan penjarahan di toko-toko dan di daerah perekonomian.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved