Kabinet Jokowi

Sikut Menyikut Antar Elit Partai Jelang Susunan Kabinet Jokowi, Fahri: Perlu Reformasi

Fahri Hamzah Soroti Tajam Soal Sikut Menyikut Antar Elit Partai Jelang Susunan Kabinet Jokowi. Menurutnya, Partai Politil Perlu Reformasi

Sikut Menyikut Antar Elit Partai Jelang Susunan Kabinet Jokowi, Fahri:  Perlu Reformasi
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah berbincang dengan Tribunnews di ruang kerjanya di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (28/9/2019). 

TAWAR menawar hingga lobi-lobi politik antar partai politik jelang pemilihan calon menteri diakui lumrah mantan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia, Fahri Hamzah lumrah.

Hanya saja, lobi politik yang terjadi pasca pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih itu kian sarat aksi saling serang dan menjatuhkan, bukan hanya rival, tetapi oleh kader partai sendiri.

Hal tersebut diceritakan Fahri lewat akun instagramnya, @fahrihamzah; pada Selasa (22/10/2019) siang.

Tersangka Upaya Penggagalan Pelantikan Jokowi-Maruf Amin Meyakini Komunis Makin Berkembang

Dalam postingan berjudul 'Rusaknya Tradisi Etis Partai Politik', Fahri menceritakan fenomena tersebut pernah dialaminya pada empat tahun lalu, tepatnya awal tahun 2015.

Ketika itu, Presiden Terpilih dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2014, Joko Widodo didekati seorang petinggi sebuah partai agar dapat terpilih dan masuk dalam Kabinet Kerja Jokowi.

Dalam perbincangan, sang petinggi katanya menghasut Jokowi untuk menyingkirkan sejumlah orang, termasuk dirinya lantaran dianggap kritis.

PROFIL Juliari Peter Batubara, Calon Menteri dari PDIP yang Dipanggil Pertama ke Istana

Pertemuan antara Jokowi dengan pimpinan partai itu diungkapkan Fahri berujung pada pemanggilan dirinya untuk mundur dari jajaran Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan alasan telah membangkang dan makar.

Fitnah yang disampaikan pun ditolaknya, sehingga Fahri kemudian diperiksa sekaligus disidang oleh Badan Penegak Disiplin Organisasi (BPDO) PKS.

"Saya dengar ada partai yang mau masuk tapi ditolak... partai apakah itu? Sekitar 4 tahun lalu ada partai mendekati presiden untuk masuk kabinet... Lalu menganggap presiden mensyaratkan penyingkiran orang kritis... Jadilah aku korban... Dipecat tanpa dasar..," tulis Fahri pada Selasa (22/10/2019).

"Saya ungkap kembali cerita sebab ini semua kemunafikan... Kezaliman yang dipelihara untuk kepentingan elite... Inilah yang saya lawan.. Penganiayaan yang disempurnakan dengan fitnah... Kita jadi tidak ada gunanya untuk melayani elite partai... Kita seperti sesembahan," tambahnya.

Untuk Anda yang Mengalami Gangguan Tidur atau Insomnia, 6 Jenis Teh Untuk Pengantar Tidur Nyenyak

Oleh karena itu, partai politik menurutnya harus dijernihkann dari beragam kepentingan yang masih terjadi dalam tubuh partai. Lewat reformasi partai, kepentingan publik pun terjaga, rakyat pun semakin absolut.

"Saya sebetulnya sudah tidak mau bicara banyak soal ini... Tapi rasanya memang ada yang tetap harus dijernihkan... Partai politik perlu reformasi... Dan salah satu agenda paling penting ke depan adalah membangun parpol yang sehat... Sehat untuk demokrasi dan sehat untuk rakyat...," ungkapnnya.

Perubahan yang terjadi ditegaskannya semata guna merawat demokrasi bangas. Sebab apabila modernisasi tidak dilakukan, masa depan demokrasi yang merupakan pondasi bangsa itu akan rusak dan roboh.

"Mari kita terus menjadi yang sadar bahwa modernisasi partai politik adalah masa depan demokrasi kita... Rusak tradisi etis dalam partai politik maka rusak pula demokrasi kita. Mari kita yakinkan bangsa untuk melangkah dalam kepastian... Partai politik adalah harapan... Saya akan berada dalam tradisi membangun partai politik yang baik...Inilah perjuangan kita. Membangun pondasi bagi demokrasi kita. MENGGELORAKAN peradaban demokrasi #INDONESIA raya. MERDEKA!," tutupnya.

5 Laga Sengit di Hari Ke-4 DBL DKI Jakarta Championship 2019, Kolese Kanisius dan Buksi Unjuk Gigi

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved