Breaking News:

Eggi Sudjana Diajak Sumbang Dana Bikin Bom Hidrogen tapi Tak Respons, Akhirnya Dipulangkan Polisi

Eggi Sudjana diamankan oleh polisi dari kediamannya pada Minggu (20/10/2019) pukul 01.30 WIB.

Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Eggi Sudjana saat akan menjalani pemeriksaan di Polda Metro, Senin (13/5/2019) sore. 

Tersangka FAB, seorang perempuan yang berprofesi sebagai wiraswasta, kata Argo Yuwono, juga ditangkap di Jatinegara.

 Bakal Jadi Menteri Jokowi, Nadiem Makarim Mundur dari Go-Jek

"Ia bergabung di grup WA, kemudian membuat peluru ketapel, menyediakan rumah untuk membuat peluru ketapel, dan memberikan dana Rp 1,6 Juta ke SH," bebernya.

Lantas, tersangka RH dibekuk di Jagakarsa, Jakarta Selatan.

"Perannya bergabung di grup WA, membuat ketapel yang terbuat dari kayu, kemudian menjual ke tersangka SH."

 Mahfud MD Bakal Jadi Menteri yang Urusi Bidang Hukum, Politik, dan Agama

"SH memesan 200 ketapel ke RH. Jumlah ketapel yang sudah dijual 22 unit, harganya sebuah Rp 8.000. Jadi total Rp 176 ribu," terang Argo Yuwono.

Sedangkan tersangka HRS, seorang perempuan, ditangkap di Tebet, Jakarta Selatan.

HRS, kata Argo Yuwono, bergabung di WA grup dan memberikan dana Rp 400 ribu ke SH untuk memberikan perlengkapan ketapel peluru.

 Mahfud MD Bilang Dilantik Hari Rabu, Belum Tahu Bakal Jadi Menteri Apa

Sedangkan tersangka PSM, warga Cilandak, kata Argo Yuwono, ditangkap di Bogor, Jawa Barat.

"Tersangka PSM ini saat ditangkap berusaha lari memanjat atap rumah belakang, tapi yang bersangkutan berhasil ditangkap."

"Ia disuruh beli ketapel dan karet cadangan ketapel sepanjang 1 meter. PSM membeli ketapel via online 22 spet."

 Bos Go-Jek Nadiem Makarim Sambangi Istana Jelang Pengumuman Kabinet, Jusuf Kalla Sempat Tak Setuju

"Ada juga barang bukti ketapel plastik ekslusif 2 buah, dan tali karet ketapel di tangannya," ucap Argo Yuwono.

Dari penyelidikan dan barang bukti yang ada, kata Argo Yuwono, keenam tersangka dijerat tindak pidana turut serta dalam pengumpulan yang bertujuan melakukan kejahatan.

Atau, turut serta dalam perkumpulan lainnya yang dilarang oleh aturan-aturan umum.

 Datang ke Istana Pakai Kemeja Putih, Mahfud MD: Saya Dipanggil Presiden

Atau, tindak pidana membuat, menerima, berusaha memperoleh, menyediakan, meyembunyikan mengangkut, atau memasukkan bahan atau benda atau berkas perkakas yang diketahui.

Atau, diduga diperuntukkan membahayakan nyawa orang lain atau bahaya umum dalam permufakatan jahat.

Pasal yang dikenakan adalah 169 KUHP ayat 1 dan atau Pasal 187 bis KUHP ayat 1, Pasal 187 KUHP.

"Yang ancamannya dari 5 tahun sampai dengan 20 tahun penjara," jelas Argo Yuwono. (Vincentius Jyestha)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved