BMKG Ingatkan Suhu Panas Akibat Gerak Semu Matahari akan Terjadi 1 Minggu Kedepan

Suhu panas menyengat di Indonesia, khususnya Jakarta yang diperkirakan terjadi hingga satu minggu kedepan disebabkan karena pergerakan semu matahari.

BMKG Ingatkan Suhu Panas Akibat Gerak Semu Matahari akan Terjadi 1 Minggu Kedepan
Antaranews.com
BMKG (ANTARA News/ BMKG) 

Suhu panas menyengat di Indonesia, khususnya Jakarta yang diperkirakan terjadi hingga satu minggu kedepan disebabkan karena pergerakan semu matahari.

Fenomena alam itu mengakibatkan suhu udara meningkat bahkan hingga 37 derejat celcius.

Kabid Diseminasi Informasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG, Harry Djatmiko mengatakan gerak semu matahari merupakan suatu siklus yang biasa dan terjadi setiap tahun.

BMKG Bogor: Sekarang Fase Peralihan Musim Kemarau ke Musim Hujan, Waspadai Hujan dan Angin Kencang

Potensi suhu udara panas ekstrem seperti ini juga dapat berulang pada periode yang sama setiap tahunnya.

Bahkan pada tanggal 20 Oktober terdapat tiga stasiun pengamatan BMKG di Sulawesi yang mencatat suhu maksimum tertinggi yaitu, Stasiun Meteorologi Hasanuddin (Makassar) 38.8 Celsius, diikuti Stasiun Klimatologi Maros 38.3 C, dan Stasiun Meteorologi Sangia Ni Bandera 37.8 Celsius.

"Suhu tersebut merupakan catatan suhu tertinggi dalam satu tahun terakhir, dimana pada periode Oktober di tahun 2018 tercatat suhu maksimum mencapai 37 Celsius," kata Harry, Selasa (22/10/2019).

BMKG AKHIRNYA Jelaskan Viral Langit Jambi Mencekam Berwarna Merah, Ini Sebab Ilmiahnya

Menurut Harry berdasarkan persebaran suhu panas yang dominan berada di selatan Khatulistiwa, hal ini erat kaitannya dengan gerak semu Matahari.

Seperti yang kita ketahui pada bulan September, Matahari berada di sekitar wilayah khatulistiwa dan akan terus bergerak ke belahan Bumi selatan hingga bulan Desember.

Sehingga pada bulan Oktober ini, posisi semu matahari akan berada di sekitar wilayah Indonesia bagian Selatan (Sulawesi Selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dsb).

"Kondisi ini menyebabkan radiasi matahari yang diterima oleh permukaan bumi di wilayah tersebut relatif menjadi lebih banyak, sehingga akan meningkatkan suhu udara pada siang hari," katanya.

BMKG: Awas, Cileungsi Bakal Kekeringan

Selain itu pantauan dalam dua hari terakhir, atmosfer di wilayah Indonesia bagian selatan relatif kering sehingga sangat menghambat pertumbuhan awan yang bisa berfungsi menghalangi panas terik matahari.

"Minimnya tutupan awan ini akan mendukung pemanasan permukaan yang kemudian berdampak pada meningkatnya suhu udara," ujarnya.

Harry mengungkapkan, dalam waktu sekitar satu minggu kedepan masih ada potensi suhu terik di sekitar wilayah Indonesia mengingat posisi semu matahari masih akan berlanjut ke selatan.

Kondisi atmosfer yang masih cukup kering membuat  awan yang bisa menghalangi terik matahari juga sangat kecil potensi pertumbuhannya.

"BMKG mengimbau masyarakat yang terdampak suhu udara panas ini untuk minum air putih yang cukup untuk menghindari dehidrasi, mengenakan pakaian yang melindungi kulit dari sinar matahari jika beraktivitas di luar ruangan," ucapnya.

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved