Berita Video

VIDEO: Kelompok Ketapel yang Ingin Gagalkan Pelantikan Presiden Khawatir Komunis Berkembang

"Jadi anggapannya dia, bahwa orang cina menguasai pemerintahan Indonesia. Semua anggapan dia itu jadi bahan brain wash di grup WA nya.

VIDEO: Kelompok Ketapel yang Ingin Gagalkan Pelantikan Presiden Khawatir Komunis Berkembang
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Jumpa pers pengungkapan kasus kelompok siapkan ketapel dan bom ban karet dengan enam tersangka di Mapolda Metro Jaya, Senin (21/10/2019). 

Satu dari enam tersangka yang dibekuk Polda Metro Jaya karena menyiapkan puluhan ketapel berpeluru gotri dan bola karet yang bisa meledak, untuk menggagalkan pelantikan Jokowi-Ma'aruf di DPR, adalah FAB, perempuan setengah baya yang berprofesi sebagai wiraswasta.

FAB ditangkap di Jatinegara. Ia bergabung di grup WA kelompok ini dan turut membuat peluru ketapel, menyediakan rumah untuk membuat peluru ketapel, serta memberikan dana Rp 1,6 Juta untuk pembuatan ketapel dan pengadaan semua pelurunya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan tersangka FAB bergabung dengan kelompok ini dan ingin menggagalkan pelantikan Jokowi-Ma'aruf karena meyakini Jokowi membiarkan berkembangnya komunis di Indonesia.

"Alasan tersangka FAB ini ikut bergabung dan membantu, karena dia meyakini komunis semakin berkembang di Indonesia. Indikatonrnya menurut dia, setiap ada unras, maka polisi cina yang diperbantukan untuk mengamankan dan disenjatai lengkap. Padahal itu sama sekali tidak ada," kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Senin (21/10/2019).

Indikator lain kata Argo menurut FAB, adanya tenaga kerja asing (TKA) China yang masuk ke Indonesia sangat banyaj.

"Jadi anggapannya dia, bahwa orang cina menguasai pemerintahan Indonesia. Semua anggapan dia itu jadi bahan brain wash di grup WA nya. Di WA grup di terus ungkapkan bahwa komunis sedang berkembang di Indonesia. Jadi dia berupaya untuk menggagalkan pelantikan Presiden," kata Argo.

Argo menjelaskan enam orang tersangka yang dibekuk berperan membuat dan menyiapkan puluhan ketapel berikut dengan gotri sebagai pelurunya, serta ratusan bola karet dari tali ban yang dililit dan bisa meledak saat dilemparkan atau terbentur dengan benda keras.

Keenam pelaku yang merupakan satu kelompok ini terdiri dari tiga pria dan tiga perempuan. Ketiga pria itu yakni SH, RH dan PSM, sementara tiga perempuan yakni E, FAB dan HRS.

Keenamnya dibekuk berturut-turut akhir pekan lalu dari sejumlah wilayah di Jakarta Selatan, Jakarta Timur dan Bogor.

Dari tangan mereka disita sejumlah barang bukti mulai dari
belasan ketapel kayu dan ketapel pabrikan, ratusan gotri, bola karet sebesar kepalan tangan dari tali ban dalam yang dililit dan dapat meledak, ratusan karet gelang, tali dari bekas ban dalam yang hendak dijadikan 'bom' bola karet, beberapa bendera warna hitam dan putih bertuliskan huruf arab, dua buah bendera kecil Palestina, syal bergambar bendera palestina, gunting, KTP, kartu debit dan Suzuki Ertiga warna hitam B 2453 KFY.

Halaman
1234
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved