Berita Video

VIDEO: Ingin Gagalkan Pelantikan Presiden, Kelompok Ini Siapkan Ketapel Gotri dan 'Bom' Bola Karet

Keenam orang ini terbukti telah membuat dan menyiapkan puluhan ketapel berikut dengan gotri sebagai pelurunya,

VIDEO: Ingin Gagalkan Pelantikan Presiden, Kelompok Ini Siapkan Ketapel Gotri dan 'Bom' Bola Karet
WARTA KOTA/BUDI SAM LAW MALAU
Sejumlah barang bukti dugaan rencana kerusuhan di pelantikan Jokowi-Maruf Amin. 

Polda Metro Jaya membekuk enam orang yang ingin menggagalkan acara pelantikan Presiden dan Wakil Presiden di Gedung DPR, Minggu (20/10/2019) kemarin.

Keenam orang ini terbukti telah membuat dan menyiapkan puluhan ketapel berikut dengan gotri sebagai pelurunya, serta ratusan bola karet dari tali ban yang dililit dan bisa meledak saat dilemparkan atau terbentur dengan benda keras.

Keenam pelaku yang merupakan satu kelompok ini terdiri dari tiga pria dan tiga perempun. Ketiga pria itu yakni SH, RH dan PSM, sementara tiga perempuan yakni E, FAB dan HRS.

Keenamnya dibekuk berturut-turut akhir pekan lalu dari sejumlah wilayah di Jakarta Selatan, Jakarta Timur dan Bogor.

Dari tangan mereka disita sejumlah barang bukti mulai dari
belasan ketapel kayu dan ketapel pabrikan, ratusan gotri, bola karet sebesar kepalan tangan dari tali ban dalam yang dililit dan dapat meledak, ratusan karet gelang, tali dari bekas ban dalam yang hendak dijadikan 'bom' bola karet, beberapa bendera warna hitam dan putih bertuliskan huruf arab, dua buah bendera kecil Palestina, syal bergambar bendera palestina, gunting, KTP, kartu debit dan Suzuki Ertiga warna hitam B 2453 KFY.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan kelompok ini masih satu jaringan dengan dua kelompok dimana ada dosen non aktif IPB Abdul Basith serta mantan Danjen Kopassus Mayjen Soenarko, yang berjumlah 21 orang dan sudah dibekuk sebelumnya.

"Jika satu kelompok AB sebelumnya membuat bom isi paku dan merica serta kelompok lainnya membuat molotov, maka kelompok ini membuat dan menyiapkan ketapel kayu, peluru gotri serta ban karet dari lilitan tali ban yang bisa meledak. Jadi tiga kelompok ini satu jaringan," kata Argo dalam konpers di Mapolda Metro Jaya, Senin (21/10/2019)

Menurut Argo, ada komunikasi intens antara dosen IPB Abdul Basith serta kelompoknya dengan tersangka SH yang membuat dan menyiapkan ketapel peluru gotri serta bola karet yang bisa meledak.

"Jadi semua ini berawal dari adanya grand design besar yang intinya menggagalkan pelantikan Presiden dan Wapres di DPR pada tanggal 20 Oktober kemarin. Dimana pertemuan awal digelar di rumah SN di Ciputat untuk merencanakan penggagalan pelantikan ini," kata Argo.

Ia menjelaskan dalam. komunikasi antara Abdul Basith dan tersangka SH untum menggagalkan pelantikan presiden, kelompok SH ini rencananya menggunakan ketapel dan bola karet untuk menyerang aparat yang berjaga di gedung DPR/MPR pada 20 Oktober 2019.

Halaman
123
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved