Kabinet Jokowi Maruf

Surya Paloh Lempar Sinyal Partai NasDem Jadi Oposisi, Sebelumnya Ancam Pemakzulan Terhadap Jokowi

"Saya pikir hampir semua ya (partai merapat ke pemerintah). Saya dengar, tapi belum pasti

Surya Paloh Lempar Sinyal Partai NasDem Jadi Oposisi, Sebelumnya Ancam Pemakzulan Terhadap Jokowi
Tribunnews.com
Ketua Umum Partai Nasional Demokrat Surya Paloh usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta Selatan, Jumat (23/10/2015). Surya Paloh diperiksa sebagai saksi untuk tersangka mantan Sekjen Partai Nasional Demokrat Patrice Rio Capella, Gubernur non-aktif Sumatra Utara Gatot Pujo Nugroho dan istrinya Evy Susanti dalam kasus dugaan suap pengamanan Bansos Sumatera Utara. 

Partai Nasdem memberikan sinyal siap menjadi oposisi pada pemerintahan kali ini.

Padahal, Partai Nasdem diketahui merupakan salah satu partai pendukung Joko Widodo-Ma'ruf Amin dalam Pilpres 2019.

Sinyal tersebut diberikan langsung oleh Ketua Umum DPP Partai Nasdem Surya Paloh usai menghadiri pelantikan Jokowi-Ma'ruf di Gedung Kura-Kura, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Minggu (20/10/2019).

Surya Paloh dan Prabowo menjawab pertanyaan wartawan usai pertemuan tertutup Minggu (13/10/2019)
Surya Paloh dan Prabowo menjawab pertanyaan wartawan usai pertemuan tertutup Minggu (13/10/2019) (Tangkapan Layar KompasTV)

Menurut dia, bila semua partai politik mendukung pemerintah, Partai Nasdem siap menjadi oposisi.

"Kalau tidak ada yang oposisi, Nasdem saja yang jadi oposisi," kata Surya seperti dilansir dari Kompas TV, Senin (21/10/2019).

Setelah Mendatangi Air Terjun di Sumba, Wulan Guritno Bersyukur Bisa Pulang ke Jakarta

Magelang Jadi Tuan Rumah Indonesia International Challenge 2019

Tak Terbukti Danai Bom Nitrogen untuk Gagalkan Pelantikan Presiden, Eggi Sudjana Dipulangkan Polisi

 Hari ini, Jokowi memanggil sejumlah kandidat calon menteri ke Istana Kepresidenan. Hingga pukul 16.30 sudah ada sebelas orang yang menyambangi Istana.

Mereka yaitu mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD, Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Paruntu, Bos Gojek Indonesia Nadiem Makarim, dan Bos NET TV Wishnutama.

Selanjutnya, pengusaha Erick Thohir, Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian, Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto, mantan Mensesneg Pratikno, relawan Jokowi-Ma'ruf Fadjroel Rachman dan peneliti Populi Center Nico Harjanto.

Terakhir yang datang yakni Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Edhy Prabowo.

Seperti diketahui, Partai Gerindra merupakan rival partai politik pendukung Jokowi-Ma'ruf saat pilpres lalu.

VIDEO: Tak Terbukti Danai Bom Nitrogen, Eggi Sudjana Dipulangkan Polisi

Halaman
1234
Editor: Wito Karyono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved