Sosok August Parengkuan di Mata Keluarga, Kompas Merupakan Second Home

Sosok August Parengkuan di Mata Keluarga, Kompas Merupakan Second Home. Simak selengkapnya.

Sosok August Parengkuan di Mata Keluarga, Kompas Merupakan Second Home
WARTA KOTA/JOKO SUPRIYANTO
Jenazah August Parengkuan dibawa ke mobil ambulance untuk di antarkan ke San Diego Hills, Karawang untuk di semayamkan. 

KEPERGIAN almarhum August Parengkuan menyisakan duga bagi pihak keluarga, August dimata keluarga merupakan sosok pekerja keras, bahkan Kompas merupakan second home bagi beliau.

Hal itu disampaikan oleh anak pertamanya, Nadia Putri Parengkuan saat misa pelepasan jenazah August Parengkuan di Gedung Unit 2 Kompas Gramedia, Palmerah, Jakarta.

"Papa saya itu baik sekali, kita itu diberikan growing up diberikan contoh bukan hanya nasehat, tapi bagaimana bertindak dan kebenaran. Dan yang paling penting adalah kasih sayang," kata Nadia Putri Parengkuan, Senin (21/10/2019).

Big Hit Bantah Gosip BTS Masuk Wajib Militer Tahun Ini

Menurut Nadia Putri, mendiang ayahnya merupakan sosok pekerja keras, apalagi sejak menjadi wartawan di Harian Kompas. Ia bahkan selalu bersemangat menjalani pekerjaanya sebagai wartawan.

Dilain sisi, Nadia menganggap Bahkan Kompas menjadi second home bagi almarhum. Karena setiap beliau tidak bisa ikut acara keluarga, ia selalu pergi ke kantor.

"Ayah saya itu sangat bersemangat sekali dia bekerja disini (kompas). Papa saya itu waktu di kompas itu seperti kompas rumah kedua, dia selalu enjoy, selalu senang ke kantor," ujarnya.

Hal yang paling di ingat dari almarhum untuk keluarga yaitu mengenai prinsip dalam hidupnya, dimana menekankan nilai ora et labora (berdoa dan bekerja). Hal ini lah yang akan diterapkan di keluarganya saat ini.

Pelantikan Presiden dan Wapres Terpilih Tanpa Gangguan, IPW Apresiasi TNI-Polri

"Seperti yang romo sampaikan kita harus maju tapi tidak merugikan oranglain. Dan saya juga inget moto bapak saya ora et labora (berdoa dan bekerja).

Dirinya juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kompas Gramedia. Ia juga meminta agar kesalahan-kesalahan beliau dapat dimaafkan.

"Terima kasih Kompas Gramedia. Kami minta maaf atas kesealahan bapak saya. Terima kasih semoga tuhan memberkati," ucapnya.

Diketahui bahwa August Parengkuan lahir di Surabaya, Jawa Timur pada 1 Agustus 1943. Sebelum menjadi duta besar Indonesia untuk Australia, August Parengkuan merupakan wartawan senior Kompas.

VIDEO: Kelompok Ketapel yang Ingin Gagalkan Pelantikan Presiden Khawatir Komunis Berkembang

Ia kerap kali diminta untuk mewakili Pendiri Harian Kompas Gramedia, Jakob Oetama untuk menghadiri acara undangan termasuk acara bertemu dengan duta-duta besar.

August Parengkuan dilantik menjadi Duta Besar RI untuk Italia pada 2012. August Parengkuan adalah wartawan Kompas angkatan pertama karena masuk saat harian itu pertama kali terbit 28 Juni 1965.

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved