Kabinet Jokowi

PRESIDEN Jokowi Kritik Keras Cara Kerja Protokol Istana yang Monoton, Tolak Kebiasaan Itu Terulang

Presiden Joko Widodo bongkar kebiasaan atau cara kerja protokol istana yang bikin dirinya tidak sreg dan akhirnya menolaknya.

PRESIDEN Jokowi Kritik Keras Cara Kerja Protokol Istana yang Monoton, Tolak Kebiasaan Itu Terulang
Kompas.com/Antara/Puspa Perwitasari
Presiden Joko Widodo mengkritik cara kerja protokol istana yang kaku, monoton, dan terjebak pada rutinitas. Dia mencontohkan peristiwa itu saat halalbihalal di Istana Negara. 

Presiden Jokowi melanjutkan, "Saya bilang ke Menteri Sekretaris Negara, 'ayo pindah lokasi.' Kalau tidak pindah, akan jadi kebiasaan, akan dianggap sebagai aturan dan wajib diikuti."

Polda Lampung Minta Jasa Raharja Segera Cairkan Uang Santunan Kecelakaan Maut Tol Sumatra

TANGGAPI Prabowo Subianto Masuk Kabinet Jokowi, Fadli Zon Serahkan Sepenuhnya Keputusan ke Prabowo

Menurut Presiden Jokowi, itu adalah contoh kecil kegiatan yang monoton dan rutinitas yang membelenggu.

Ada banyak contoh besar di mana kita terjebak dalam rutinitas yang monoton.

"Padahal, dalam dunia yang sangat dinamis dan yang kompetitif, kita harus terus mengembangkan cara-cara baru. Nilai-nilai baru," ujar Jokowi. 

Simak status di akun instagram Presiden Jokowi terkait cara kerja protokol istana yang monoton, kaku, dan terjebak pada rutinitas dan harapannya kepada birokrasi mendatang.

@jokowi:  Selamat pagi. Di tahun pertama saya di istana, lima tahun lalu, saat mengundang masyarakat untuk halalbihalal, protokol meminta saya untuk berdiri di sebuah titik.

Saya ikut. Tahun kedua, halalbihalal lagi, saya diminta berdiri di titik yang sama. Di titik itu lagi. Kali ini saya menolak.

Saya bilang ke Menteri Sekretaris Negara, “ayo pindah lokasi.” Kalau tidak pindah, akan jadi kebiasaan, akan dianggap sebagai aturan dan wajib diikuti.

Ini contoh kecil kegiatan yang monoton dan rutinitas yang membelenggu. Ada banyak contoh besar di mana kita terjebak dalam rutinitas yang monoton.

Padahal, dalam dunia yang sangat dinamis dan yang kompetitif, kita harus terus mengembangkan cara-cara baru. Nilai-nilai baru.

Halaman
1234
Editor: Suprapto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved