Pelantikan Presiden & Wapres

Pelantikan Presiden dan Wapres Terpilih Tanpa Gangguan, IPW Apresiasi TNI-Polri

Pelantikan Presiden dan Wapres Terpilih Tanpa Gangguan, IPW Apresiasi TNI-Polri.Simak selengkapnya.

Istimewa
Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane 

KETUA Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengaku mengapresiasi TNI, Polri, dan intelijen yang telah berhasil membuat acara pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Jokowi-Ma'aruf, di Gedung DPR MPR, Jakarta, Minggu (20/10/2019) berjalan lancar dan aman.

Meskipun kata Neta sebelumnya di Papua dan Jakarta sempat dilanda aksi demo yang berujung dengan kerusuhan dan aksi pembakaran.

"Keberhasilan ini tak terlepas dari kerjasama dan koordinasi yang tinggi di jajaran aparat, dalam mengunci kantong kantong radikalisme yang sempat mengancam akan melakukan aksi demo serta berniat menggagalkan acara pelantikan presiden," papar Neta, Senin (21/10/2019).

Mayat Bayi Perempuan di Lebak Bulus, Warga Menduga Bayi Dibuang Pelaku Bukan Terbawa Aliran Sungai

Di sisi lain, menjelang pelantikan presiden katanya Polri sangat agresif memburu kantong kantong terorisme dan menciduk pihak-pihak yang berpotensi menebar aksi teror di ibukota.

"Memang menjelang pelantikan presiden, Polri melakukan pagar betis di berbagai tempat. Situasi ini harus dilakukan Polri agar jajaran kepolisian benar benar menjamin keamanan masyarakat, terutama di ibukota Jakarta. Tujuannya, agar puncak acara Pilpres 2019 itu benar benar aman dan sukses," kata Neta.

Jaminan keamanan ini tambah dia, sangat dibutuhkan masyarakat luas karena di sepanjang proses Pilpres 2019 diwarnai konflik, kerusuhan, amuk massa, dan teror.

"Tentunya siapa pun tidak ingin 'penumpang gelap' bermunculan dan beraksi membuat kekacauan saat pelantikan presiden. Sebab itu jajaran kepolisian super aktif melakukan berbagai razia untuk melakukan deteksi dan antisipasi dini," katanya.

VIDEO: 8 Fakta Raja Mswati III dari eSwatin, Beristri 15 Hingga Dikritik Karena Gaya Hidup Mewah

Selain itu kata Neta, polisi juga melakukan berbagai penangkapan terhadap kelompok yang diduga teroris, dan kantong kantong radikal terorisme juga disapu bersih agar mereka tidak menjadi 'penumpang gelap' yang membuat kekacauan saat pelantikan presiden.

IPW katanya menilai, sejauh ini operasi cipta kondisi yg dilakukan Polri bersama jajaran intelijen masih dalam koridor SOP untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat luas.

"Sebab, jika Polri tidak berbuat maksimal dan kemudian terjadi aksi teror dan kekacauan, seperti di sejumlah daerah di Papua, masyarakat juga akan menyalahkan polisi dan menganggap jajaran kepolisian tidak becus memberi jaminan keamanan pada masyarakat luas," ujarnya.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved