Unjuk Rasa Mahasiswa

Terungkap, Rumah Mantan Danjen Kopassus Soenarko untuk Rancang Demo Rusuh 24 September 2019

Polisi berhasil mengungkap rumah SN di Ciputat digunakan untuk merancang rencana peledakkan molotov agar demo mahasiswa ricuh pada 24 September 2019.

Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Konferensi pers kasus molotov dan bom rakitan kelompok dosen IPB di Mapolda Metro Jaya, Jumat (18/10/2019). 

Polisi berhasil mengungkap bahwa rumah SN di Ciputat digunakan untuk merancang  rencana peledakkan molotov agar demonstrasi mahasiswa ricuh pada 24 September  2019.

Kericuhan yang diciptakan kelompok dosen nonaktif IPB Abdul Basith menggunakan molotov saat demonstrasi mahasiswa 24 September 2109, dinilai tak maksimal.

Sehingga, akhirnya kelompok ini membuat 28 bom rakitan berupa bom ikan berisi paku.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, hingga kini jumlah tersangka mencapai 21 orang dan dua di antaranya perempuan.

"Jadi total tersangka semuanya menjadi 21 orang. Dalam bom ikan rakitan sebelumnya ada 14 tersangka."

 Polisi Ungkap Demonstrasi Rusuh 24 September 2019 Dirancang di Rumah Mantan Danjen Kopassus Soenarko

 Truk Kontainer Tak Kuat Menanjak di Flyover Kranji Bekasi Terguling Timpa Satu Mobil

 Lima Tahun Kerja Bersama, Jusuf Kalla: Jokowi Tidak Bisa Dibohongi

 Ini Daftar Tamu Negara Sahabat yang Sudah Tiba di Jakarta Jelang Pelantikan Jokowi-Maruf Amin

"Lalu ada tujuh tersangka baru yang diketahui terlibat dalam peledakan molotov saat demo ricuh 24 September 2019 lalu."

Mereka ini satu jaringan," kata Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jumat (18/20/2019).

Menurut Argo Yuwono, kelompok ini sempat meledakkan tujuh molotov saat demo mahasiswa yang akhirnya berujung ricuh di sekitar DPR, Selasa 24 September 2019.

Molotov diledakkan di sekitar Pejompongan, Jakarta Pusat dan Palmerah, Jakarta Barat.

 Besok Jokowi-Amin Dilantik, Polisi Bantah Keluarkan Instruksi Pengamanan Gereja pada 20 Oktober

Argo Yuwono mengatakan, rencana peledakkan molotov agar demonstrasi mahasiswa ricuh pada 24 September, dirancang di rumah SN di Ciputat, pada 20 September 2019.

"Ini berawal dari adanya pertemuan atau rapat atau permufakatan beberapa orang, pada tanggal 20 September 2019 di rumahnya SN di daerah Ciputat," beber Argo Yuwono.

"Di rumah SN itu ada tersangka SS, SN, SO, AB, OK, dan YD."

"Rapat di Ciputat itu sudah terjadi permufakatan untuk membuat suatu kejahatan, yaitu mendompleng unras tanggal 24, agar membuat chaos, dengan pembakaran, dan sebagainya," jelas Argo Yuwono.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved