Kesehatan

Teknologi Bedah Invasi Minimal Memungkinkan Pasien Mengalami Masa Pemulihan Lebih Singkat

EPED Inc, pengembang teknologi bedah invasi minimal asal Taiwan, mengembangkan Retina Stereotactic Surgery Navigation System.

Teknologi Bedah Invasi Minimal Memungkinkan Pasien Mengalami Masa Pemulihan Lebih Singkat
istimewa
Produsen asal Taiwan, EPED Inc, mengembangkan teknologi bedah invasi minimal yang akan dipamerkan di Hospital Expo 2019 di Jakarta Convention Centre, Senayan, Jakarta Pusat, 23-26 Oktober 2019. 

Sayatan besar sering dibutuhkan untuk melakukan hampir semua pembedahan.

Tetapi di tahun-tahun belakangan ini, munculnya teknik invasi minimal memungkinkan dokter bedah memperbaiki hasil pembedahan dengan menghindari sayatan panjang dan besar.

Perbaikan dalam bedah invasi minimal memungkinkan pasien mengalami masa pemulihan yang lebih singkat.

Klinik Utama Mata JEC Bekasi Mempermudah Akses Layanan Kesehatan Mata Terpadu Bagi Warga Bekasi

5 Hal yang Bisa Mengganggu Kesehatan Mental Akibat Terpapar Media Sosial

Pasien juga lebih sedikit merasakan ketidaknyaman, serta menggantikan kebutuhan operasi terbuka di banyak skenario klinis.

Seluruh keuntungan yang didapatkan dari tindakan bedah invasi minimal itu membutuhkan teknologi pemindaian internal organ pasien yang lebih presisi sehingga operasi dapat dilaksanakan presisi.

Untuk itu EPED Inc, pengembang teknologi bedah invasi minimal asal Taiwan, mengembangkan Retina Stereotactic Surgery Navigation System atau Retina dengan teknologi paling aktual.

Produsen asal Taiwan, EPED Inc, mengembangkan teknologi bedah invasi minimal yang akan dipamerkan di Hospital Expo 2019 di Jakarta Convention Centre, Senayan, Jakarta Pusat, 23-26 Oktober 2019.
Produsen asal Taiwan, EPED Inc, mengembangkan teknologi bedah invasi minimal yang akan dipamerkan di Hospital Expo 2019 di Jakarta Convention Centre, Senayan, Jakarta Pusat, 23-26 Oktober 2019. (istimewa)

Teknologi tersebut menjadi alat bantu bagi dokter bedah. Demikian siaran pers yang diterima Warta Kota, Minggu (20/10/2019).

Retina bekerja untuk mengindikasi bedah saraf otak, bedah kranial (tempurung kepala), bedah/operasi plastik, otolaringologi, kosmetik medis, dan semua pembedahan invasif minimal yang membantu ahli bedah.

Bantuan yang dimaksud adalah kemampuan Retina untuk melakukan navigasi perangkat atau alat bedah selama operasi lesi dengan memberikan gambar medis yang disinkronkan.

10 Kondisi Kesehatan Teratas yang Merugikan dan Memengaruhi Masa Depan Kaum Millennials

Mudahkan Pendataan Kesehatan Siswa di Sekolah, Data Pokok Pendidikan Terintegrasi Aplikasi e-Rapor

Ada data CT, MRI, sampai endoskopi sehingga dokter mendapatkan citra yang lebih nyata dari internal organ pasien.

Halaman
12
Penulis: Irwan Wahyu Kintoko
Editor: Irwan Wahyu Kintoko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved