Tiga Lapis Pengamanan Jaga Ketat Tamu Negara Pelantikan Jokowi-Maruf Amin

SEJUMLAH tamu negara sahabat telah tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Sabtu (19/10/2019).

Tiga Lapis Pengamanan Jaga Ketat Tamu Negara Pelantikan Jokowi-Maruf Amin
Warta Kota/Zaki Ari Setiawan
Apel gabungan pengamanan presiden di Lapangan Airport Operation Control Center (AOCC) Bandara Soekarno Hatta, Jumat (18/10/2019). 

"Kami tentunya menyewa dengan persyaratan kami minta yang benar-benar baru dari pabrik."

"Dari anggaran kami kurang lebih Rp 1 miliar," tutur Heru.‎

"Rinciannya, tipe S450 ada 11 unit, cadangan 1. Lalu e300 ada 13 unit, e250 ada 4 unit, e 200 ada 10 unit."

 Tak Keluarkan Izin Demonstrasi, Kapolri Tak Ingin Tanggung Risiko Bangsa Indonesia Dicap Buruk

"Sisanya kendaraan pendukung seperti Alphard 18 unit, Camry 9, dan fortuner 20."

"Tidak semua sewa, karena dari Setneg juga ada, hanya sisanya saja yang sewa," paparnya.

Heru menambahkan, alasan pihaknya memilih mobil tersebut karena sudah didukung faktor keamanan yang baik.

 Ini Alasan Polisi Lakukan Diskresi Tak Keluarkan Izin Demonstrasi Jelang Pelantikan Presiden

18 unit mobil siap digunakan untuk mengantar para tamu kepala negara, menghadiri pelantikan Presiden dan Wakil Presiden di Gedung MPR.

Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono mengatakan, untuk level kepala negara, pihaknya menyediakan Mercedes-Benz S450, sedangkan untuk level utusan menggunakan Mercedes-Benz e300.

"Kami memberikan yang terbaik terhadap tamu negara yang hadir di pelantikan Bapak Presiden‎."

 Prabowo Bakal Jadi Menteri Pertahanan? Ali Mochtar Ngabalin: Amin, Insyaallah

"Sesuai permohonan Ibu Menlu, kami siapkan 18 kendaraan Premiun S450 untuk kepala negara dan selevel utusan e300," ucap Heru Budi.

Selain mobil untuk kepala negara dan utusan, lanjut Budi, pihaknya menyediakan pula empat mobil cadangan untuk antisipasi.

Budi melanjutkan, beberapa kepala negara ada yang sudah datang sejak Sabtu (19/10/2019).

 Ditanya Isu Fadli Zon Bakal Jadi Menteri, Ali Mochtar Ngabalin Buka Sorban Lalu Garuk-garuk Kepala

Setibanya di Bandara Soekarno-Hatta maupun di Halim, mereka bakal dikawal menuju hotel hingga nanti menuju Gedung MPR.

"Kepala negara yang hadir dari Brunei, Malaysia, Singapura, Australia, ‎Myanmar, Filipina."

"Tiongkok dan Vietnam yang datang Wapres. AS utusan dan Thailand deputi," bebernya.

 KRONOLOGI KPK Ciduk Wali Kota Medan, Berawal dari Perjalanan Dinas ke Jepang Bawa Anak Istri

Sebelumnya, MPR mengusulkan pelantikan diundur menjadi pukul 16.00 WIB.

Keputusan tersebut diumumkan seusai dirinya bersama sembilan Wakil Ketua MPR menggelar rapat pimpinan MPR.

 Empat Pemotor Tewas di Jalur Tengkorak Narogong Bekasi, Wali Kota Nilai Perlu Ada Selamatan

"Ada wacana mundur jadi jam 16.00, kenapa? Untuk memberikan kesempatan beribadah bagi masyarakat kita yang beribadah pada Hari Minggu."

"Kemudian kia tidak ingin menganggu kegiatan masyarakat yang ingin berolahraga di car free day," kata Bamsoet, sapaan akrabnya, di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Rabu (9/10/2019).

Namun, Bamsoet mengatakan, usulan pelantikan pada pukul 16.00 WIB dinilai terlalu sore atau mepet dengan waktu salat magrib.

 Dijanjikan Beasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Taiwan, 40 WNI Jadi Korban Perdagangan Orang

Atas pertimbangan itu, para pimpinan MPR mengusulkan pelantikan Jokowi-Maruf Amin pada pukul 14.00 WIB.

"Tapi ada juga wacana tadi kita diskusikan, kalau jam 16.00 terlalu mepet dengan magrib."

"Akhirnya kita sepakat untuk mengusulkan nanti baik kepada Kesekjenan, maupun protokol Istana, baik juga kepada Presiden untuk dilakukan jam 14.00 atau dua siang," ucapnya.

 ‎Susi Pudjiastuti Berdoa Jokowi Tak Revisi Perpres 44/2016 demi Alasan Ini

"Kenapa? Karena car free day berakhir jam 11, kemudian ibadah juga bisa selesai jam 12.00-an."

"Jam 1, kita juga yang muslim selesai salat zuhur, dan selesai upacara kita juga masih bisa salat asar. Demikian pertimbangan kami. Kita sepakat mengusulkan jam 14.00," terangnya.

Sebelumnya, Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) memastikan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih periode 2019-2024, akan tetap dilakukan pada Minggu 20 Oktober 2019.

 Susi Pudjiastuti Pamit Saat Konferensi Pers Terakhir, 556 Kapal Pencuri Ikan Sudah Ia Tenggelamkan

Namun, waktu pelantikan akan diundur, dari yang semula pukul 10.00 Wib, menjadi pukul 16.00 wib.

"Saya pastikan tanggal 20 Oktober, kenapa diundur dari jam 10.00 WIB menjadi jam 16.00 WIB?"

 TIGA Menteri Perempuan Ini Berpeluang Dipilih Jokowi Lagi, yang dari Parpol Minim Prestasi

"Karena kita ingin agar saudara-saudara kita (yang Kristen) memberi kesempatan bisa beribadah paginya," ujar Ketua MPR Bambang Soesatyo di Jalan Widya Chandra, Jakarta, Selasa, (8/10/2019).

Selain itu, menurut Bamsoet, diundurnya waktu pelantikan, agar tidak mengganggu acara hari bebas kendaraan bermotor di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin.

Karena, akan ada penutupan sebagian ruas jalan saat pelantikan.

 KPK Masih Bisa OTT, PDIP Nilai Tak Ada Kekosongan Hukum Sebagai Syarat Keluarkan Perppu

"Karena semula ada penutupan jalan, karena ada tamu-tamu kepala negara sahabat yang hadir, perdana menteri, presiden, raja, itu akan hadir pada saat pelantikan," tuturnya.

Bamsoet berharap acara pelantikan Presiden dapat berlangsung tertib.

Acara pelantikan juga diharapkan tidak diwarnai aksi demonstrasi, karena akan merusak nama Indonesia di mata dunia internasional.

 Gisel Ungkap Satu Kesalahannya Hingga Bercerai dari Gading Marten: Tak Konsultasi ke Tuhan!

"Ini bukan soal Pak Jokowi, ini soal bangsa. Makanya saya ingatkan kepada adik-adiek mahasiswa yang berniat untuk turun ke jalan, jangan lakukan itu pada saat pelantikan," imbaunya. (*)

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved