Stefer Rahardian Ingin Putus Catatan Tak Pernah Menang di One Championship Sejak Tahun 2018

Stefer Rahardian merasa tertekan karena belum merasakan kemenangan sejak Mei tahun 2018 lalu.

Stefer Rahardian Ingin Putus Catatan Tak Pernah Menang di One Championship Sejak Tahun 2018
SuperBall/Umar Widodo
Petarung Mix Martial Art Indonesia, Stefer Rahardian sedang berlatih di Sasana Bali MMA, jalan Raya Padonan, Canggu, Bali, Selasa (11/1). Stefer akan bertanding dengan petarung Pakistan, Muhammad Imran dalam ajang tambahan ONE: King Of Courage yang akan berlangsung di Jakarta Convention Center pada tanggal 20 Januari mendatang. 

Petarung kelas ringan Indonesia, Stefer "The Lion" Rahardian belum merasakan kemenangan sejak Mei tahun lalu.

Menurut The Lion, julukan Stefer Rahardian, statistik itu membuat tekanan kepada dirinya meningkat. Namun setelah kalah pada empat pertandingan terakhirnya, Stefer memiliki kesempatan untuk kembali.

Ya, kesempatan itu akan terbuka lebar saat ia kembali ke ring One: Dawn of Valor, Jumat (25/10/2019) mendatang. Stefer akan tampil di kota kelahirannya, Jakarta.

Ia dijadwalkan bertemu sesama petarung Indonesia, Adrian "The Bad Boy Papua" Mattheis, yang datang ke Ibu Kota bermodalkan empat kemenangan beruntun.

Bagi Stefer, dia tidak terlalu khawatir tentang rangkaian kemenangan Adrian, tetapi lebih kepada kekalahan beruntunnya.

Petarung Mix Martial Art Indonesia, Stefer Rahardian sedang berlatih di Sasana Bali MMA, jalan Raya Padonan, Canggu, Bali, Selasa (11/1). Stefer akan bertanding dengan petarung Pakistan, Muhammad Imran dalam ajang tambahan ONE: King Of Courage yang akan berlangsung di Jakarta Convention Center pada tanggal 20 Januari mendatang.
Petarung Mix Martial Art Indonesia, Stefer Rahardian sedang berlatih di Sasana Bali MMA, jalan Raya Padonan, Canggu, Bali, Selasa (11/1). Stefer akan bertanding dengan petarung Pakistan, Muhammad Imran dalam ajang tambahan ONE: King Of Courage yang akan berlangsung di Jakarta Convention Center pada tanggal 20 Januari mendatang. (SuperBall/Umar Widodo)

"Tekanan yang saya rasakan lebih banyak berasal dari kekalahan beruntun saya, bukan dari kemenangan beruntunnya (Adrian)," kata petarung berusia 32 tahun itu melalui keterangan pers yang diterima, Jumat (18/10/2019).

"Yang saya fokuskan adalah untuk selalu melakukan lebih baik daripada pertarungan terakhir saya. Menang atau kalah, saya mendorong diri saya di tempat latihan untuk menunjukkan performa terbaik saya," sambungnya.

Kekalahan beruntun empat pertarungan tentu saja memprihatinkan, dan Stefer percaya bahwa kesulitannya berasal dari ketidakmampuan untuk menyatukan semua dalam hal bakatnya.

Aksi Stefer Rahardian (kanan) saat menjalani pertarungan di ajang One Championship.
Aksi Stefer Rahardian (kanan) saat menjalani pertarungan di ajang One Championship. (istimewa)

"Saya merasa bahwa alasan untuk kekalahan saya adalah pengalaman. Sebenarnya tidak mudah untuk menggabungkan keterampilan, kekuatan, dan aspek mental dan menggabungkan semuanya sekaligus," ujar Stefer.

"Saya telah menghabiskan waktu bertahun-tahun bagi diri saya sendiri untuk belajar meningkatkan segalanya tetapi menjadi sempurna membutuhkan waktu, jadi saya terus menghabiskan lebih banyak hidup saya untuk menjadi petarung yang lebih baik dan versi terbaik dari diri saya," ucapnya.

Sebanyak enam petarung MMA, Alex Silva (Brasil), Yoshitaka Naito (Jepang), Stefer Rahardian (Indonesia), Himanshu Kausik (India), Priscilla Lumban Gaol (Indonesia) dan Rome Trinidad (Filipina) mengadakan sesi latihan terbuka di Jakarta Muay Thai & MMA Gym, Jalan Daksa 1, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (9/5/2018).
Sebanyak enam petarung MMA, Alex Silva (Brasil), Yoshitaka Naito (Jepang), Stefer Rahardian (Indonesia), Himanshu Kausik (India), Priscilla Lumban Gaol (Indonesia) dan Rome Trinidad (Filipina) mengadakan sesi latihan terbuka di Jakarta Muay Thai & MMA Gym, Jalan Daksa 1, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (9/5/2018). (Warta Kota/Umar Wodido)

Sebagai bekal untuk meladeni Adrian, Stefer berusaha meningkatkan skill, ketahanan, kecepatan, kekuatan, dan mental. Selama ini Stefer berlatih di Bali MMA.

"Ada perasaan gelisah untuk bertarung di hadapan penggemar negara asal saya. Saya merasa nyaman tetapi juga ada sedikit tekanan pada saat yang sama. Saya tidak merasa itu berdampak pada performa saya, saya melakukan yang terbaik untuk fokus pada perjuangan saya saat saya berada di atas ring," katanya.

Petarung Mix Martial Art Indonesia, Stefer Rahardian sedang berlatih di Sasana Bali MMA, jalan Raya Padonan, Canggu, Bali, Selasa (11/1). Stefer akan bertanding dengan petarung Pakistan, Muhammad Imran dalam ajang tambahan ONE: King Of Courage yang akan berlangsung di Jakarta Convention Center pada tanggal 20 Januari mendatang.
Petarung Mix Martial Art Indonesia, Stefer Rahardian sedang berlatih di Sasana Bali MMA, jalan Raya Padonan, Canggu, Bali, Selasa (11/1). Stefer akan bertanding dengan petarung Pakistan, Muhammad Imran dalam ajang tambahan ONE: King Of Courage yang akan berlangsung di Jakarta Convention Center pada tanggal 20 Januari mendatang. (SuperBall/Umar Widodo)

Adapun karena harus menghadapi sesama petarung Indonesia yaitu Adrian, Stefer mengatakan itu bukan pengalaman baru bagi dirinya sendiri maupun untuk lawannya.

"Selalu ada sedikit keraguan dalam menghadapi semua orang, apakah orang Indonesia atau bukan, selalu ada perasaan senang dan tertekan. Kami berdua pernah berada disana sebelumnya, untuk menghadapi sesama orang Indonesia di negara kami sendiri, tetapi saya siap untuk ini," jelas Stefer yang menyebut dirinya unggul pengalaman atas Adrian.

Petarung Mix Martial Art Indonesia, Stefer Rahardian sedang berlatih di Sasana Bali MMA, jalan Raya Padonan, Canggu, Bali, Selasa (11/1). Stefer akan bertanding dengan petarung Pakistan, Muhammad Imran dalam ajang tambahan ONE: King Of Courage yang akan berlangsung di Jakarta Convention Center pada tanggal 20 Januari mendatang.
Petarung Mix Martial Art Indonesia, Stefer Rahardian sedang berlatih di Sasana Bali MMA, jalan Raya Padonan, Canggu, Bali, Selasa (11/1). Stefer akan bertanding dengan petarung Pakistan, Muhammad Imran dalam ajang tambahan ONE: King Of Courage yang akan berlangsung di Jakarta Convention Center pada tanggal 20 Januari mendatang. (SuperBall/Umar Widodo)

"Saya telah menyaksikan dia bertarung, dan saya yakin dia telah melakukan hal yang sama. Kami berdua juga telah memiliki kesempatan untuk bertarung dengan petarung yang sama yaitu Himanshu Kaushik. Saya pikir dia adalah petarung yang hebat, bagi semua orang. Dia lebih muda dan penuh energi, dia juga dapat menghibur. Tetapi saya bisa mengatakan bahwa pengalaman saya di atas dirinya. Saya belajar banyak dari masa lalu dan bekerja keras setiap hari untuk membuktikan bahwa saya selalu lebih baik dari kemarin," tegasnya.

Editor: Eko Priyono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved