Pelantikan Presiden

Mantan Danjen Kopassus Ikut Terlibat Gagalkan Pelantikan Presiden, Pernah Selundupkan Senjata

Polisi menemukan 29 bom ikan berdaya ledak tinggi di kediaman dosen nonaktif Institut Pertanian Bogor (IPB) Abdul Basith.

Mantan Danjen Kopassus Ikut Terlibat Gagalkan Pelantikan Presiden, Pernah Selundupkan Senjata
TRIBUNNEWS.COM/FX ISMANTO
Mayjen (Purn) Soenarko Eks Danjen Kopassus. 

Bagi publik Aceh, Soenarko bukan orang baru.

Dia sempat menduduki sebagai asisten operasi Kasdam IM di awal pembentukan Kodam Iskandar Muda, 2002.

Kemudian diangkat menjadi Danrem-11/SNJ, Danrem-022 Dam-I/BB, Pamen Renhabesad.

Paban 133/Biorgsospad, Pati Ahli Kasad Bidsosbud dan Kasdif-1 Kostrad, baru kemudian Danjen  Kopassus  diraihnya Agustus 2007.

Pada bulan Mei 2019, ia ditangkap oleh Mabes Polri dan Puspom TNI dengan tuduhan makar karena disangka menyelundupkan senjata untuk memancing kerusuhan aksi protes pemilu 22 Mei 2019.

Dilansir dari Tribunnews.com, saat kasus ini Soenarko sempat ditahan di Rutan Guntur, Jakarta atas penyeludupan senjata api pada aksi unjuk rasa 22 Mei 2019.

Senjata yang diduga selundupan itu jenis AK-47 dan M-16 A1.

Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Sisriadi mengatakan, pada Senin (20/5/2019) malam, mengatakan, penyidik dari Mabes Polri dan POM TNI telah melakukan penyidikan terhadap Soenarko dan seorang prajurit TNI aktif.

Penyidikan dilakukan di Markas Puspom TNI, Cilangkap.

Soenarko pun pernah tercatat sebagai Komandan Distrik Militer (Dandim) di Dili, yang saat itu masih merupakan ibukota Timor Timur (Timtim).

Halaman
1234
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved