GPW Luncurkan Produk Daging Sapi Premium

GPW Luncurkan Produk Daging Sapi Premium ç Darling', di Aurum Room, Pullman Hotel, Thamrin, Jakarta, Kamis (17/10/2019 ) lalu. ‎

GPW Luncurkan Produk Daging Sapi Premium
Warta Kota/Ign Agung Nugroho
GPW meluncurkan produk daging sapi premium ç Darling', di Aurum Room, Pullman Hotel, Thamrin, Jakarta, Kamis (17/10/2019 ) lalu. 

GPW meluncurkan produk daging sapi premium ç Darling', di Aurum Room, Pullman Hotel, Thamrin, Jakarta, Kamis (17/10/2019 ) lalu. ‎

GPW memperkenalkan varian produk daging barunya sebagai daging sapi premium jenis Holstein yang bebas antibiotik, bebas pengawet, bebas tambahan hormon pertumbuhan.

Selain itu, daging tersebut, juga bebas modifikasi genetika.

Produk ini diklaim tidak hanya mengedepankan kualitas rasa, tapi juga menjadi pilihan daging sapi premium yang aman dan sehat untuk masyarakat Indonesia.

Direktur pengelola PT Global Pratama Wijaya, Johana Koswara, mengatakan, daging yang mereka luncurkan ini berbeda pada daging pada umumnya.

 BOM Meledak di Masjid, 28 Orang Tewas Saat Ibadah Salat Jumat Hingga Atap Masjid Ambruk

 Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Tambun Bekasi, Sehari-hari Berjualan Ikan Hias

 BREAKING NEWS: KPK Tahan Wali Kota Medan Tengku Dzulmi Eldin

 Ternyata Jack Ma Sudah Menyiapkan Diri Pensiun 10 Tahun Lalu, Ini Pengakuannya

Pertama, daging ini diperoleh dari bangsa sapi Holstein yang merupakan jenis sapi perah.

"Namun, peternak Southland Darling ini membuat sapi Holstein menjadi ternak sapi potong dengan keunggulan memiliki kualitas yearling grade, daging sapi muda yang terjamin mutu dan keempukannya," kata Pratama.

Daging sapi Holstein sendiri sudah populer di benua Amerika dan Eropa sebagai sapi berkualitas tinggi yang cocok untuk dikonsumsi oleh anak-anak, ibu hamil serta menyusui, dan masyarakat umum.

Daging jenis ini bagus untuk menghindari malnutrisi dan anemia.

"Kita hanya menggunakan sapi Holstein yang masih muda, sekitar 6 bulanan. Tentunya setelah masa sapih dari indukan sudah selesai. Masalahnya, di Indonesia pada umumnya bangsa sapi ini kan baru diproses menjadi pedaging saat masa laktasi sudah berakhir, jadi ya sudah keras," katanya.

Halaman
12
Penulis: Ign Agung Nugroho
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved