Operasi Tangkap Tangan

Ajudan Wali Kota Medan Akhirnya Menyerahkan Diri, Kabur Setelah Mau Menabrak Penyidik KPK Saat OTT

"Nah saat itu yang kami kejar dan baru menyerahkan diri. Jadi kebutuhan KPK adalah proses pemeriksaan lebih lanjut,"

Ajudan Wali Kota Medan Akhirnya Menyerahkan Diri, Kabur Setelah Mau Menabrak Penyidik KPK Saat OTT
Tangkapan Layar KompasTV
Ajudan Wali Kota Medan Andika akhirnya menyerahkan diri setelah kabur dan berusaha menabrak penyidik KPK saat OTT bosnya 

Andika juga membawa kabur uang Rp 50 juta yang rencananya diserahkan kepada Dzulmi.

Pada awalnya, tanggal 15 Oktober 2019, papar Saut, Kepala Dinas PUPR Kota Medan Isa Ansyari bersedia memberikan uang sebesar Rp 250 juta kepada Dzulmi.

Walikota Medan, T. Dzulmi Eldin mengaku Pemko Medan belum memiliki anggaran untuk mengelola Gedung Warenhuis.

Dia berharap ada tangan-tangan yang mau mengelola sekaligus melestarikannya.

Dia mempersilakan kepada yang ingin mengelola dan melestarikannya, pihaknya akan membuat open bidding (lelang terbuka)

Festival Film Jepang 2019 Putar 12 Film Terbaru di 5 Kota Besar di Indonesia

Uang itu adalah sebagai kompensasi dirinya diangkat Dzulmi sebagai Kepala Dinas PUPR.

"Uang tersebut diberikan melalui transfer sebesar Rp 200 juta dan Rp 50 juta diberikan secara tunai," ujar Saut.

"Setelah memastikan adanya transaksi pemberian uang dari Kadis PU ke APP (Aidiel) selaku ajudan DE (Dzulmi), pada hari yang sama, tim langsung bergerak untuk mengamankan orang-orang terkait," lanjut dia.

Andika adalah orang yang ditugaskan untuk mengambil uang Rp 50 juta tersebut.

Pada pukul 20.00 WIB tim mengejar Andika di ruas jalan Kota Medan.

Saat itu, ia telah mengambil uang dari rumah Isa.

Mobil yang digunakan penyidik KPK sempat berhasil menyudutkan mobil yang dikendarai Andika sampai ia berhenti.

Hari Ini Ada Festival Habibie, Trade Expo Indonesia dan Crafina 2019

Penyidik pun turun dari mobil dan menghampiri Andika.

Petugas menyampaikan bahwa mereka berasal dari KPK sambil menunjukkan kartu identitas. Namun, Andika bergeming. Ia tidak mau turun dari mobilnya.

Ia justru memundurkan mobil, kemudian memacunya dengan kecepatan tinggi hingga nyaris menabrak para penyidik KPK.

Dua orang penyidik KPK selamat karena langsung lompat untuk menghindari kecelakaan.

"Tim KPK tidak berhasil mengamankan Andika. Dia kabur setelah berusaha menabrak tim yang bertugas di lapangan," kata Saut.

Meski demikian, penyidik berhasil menyita uang Rp 200 juta setoran Isa kepada Dzulmi.

Penyidik juga berhasil mengamankan mereka.

Dalam perkara ini sendiri, KPK menetapkan tiga orang tersangka. Selain Dzulmi, KPK menjerat Isa dan Kepala Bagian Protokoler Syamsul Fitri Siregar.

Adapun Dzulmi dan Syamsul diduga sebagai penerima suap. Sementara Isa diduga sebagai pemberi suap.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ajudan Wali Kota Medan yang Nyaris Tabrak Tim KPK Serahkan Diri ke Polisi",  Juga dengan judul "Penyidik KPK Nyaris Ditabrak Ajudan Wali Kota Medan, Begini Ceritanya",  Penulis : Dylan Aprialdo Rachman

Editor: Wito Karyono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved