Berita Jakarta

Viral, Kondisi Kali Cideng Kembali Dipenuhi Sampah, Sutradara Ernest Bandingkan Jaman Gubernur Ahok

Kali Cideng Jakarta Pusat kembali dipenuhi sampah. Kondisi tersebut menjadi perbincangan dunia maya dan viral.

Viral, Kondisi Kali Cideng Kembali Dipenuhi Sampah, Sutradara Ernest Bandingkan Jaman Gubernur Ahok
twitter @henryagostini dan twitter @upk_badanair
Kiri Kali Cideng setelah dibersihkan UPK Badan Air, Kanan Kali Cideng saat dipenuhi sampah 

Di tahun 2017 Kali itu sempat menjadi prioritas pembersihan UPT Badan Air DLH DKI Jakarta.

Beckhoe Ampibi untuk Keruk Sampah di Kali Cideng 

Menjawab permintaan sekaligus mengantisipasi kembali tergenangnya permukiman warga di sepanjang Kali Cideng, khususnya di wilayah Kebon Melati dan Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sudin Tata Air Jakarta Pusat mengerahkan beckhoe amphibi mini untuk melakukan pengerukan saluran air.

Pengerahan becho tersebut diungkapkan Kasudin Tata Air Jakarta Pusat, Herning Wahyuningsih bertujuan untuk menjangkau seluruh area kali yang diketahui diapit permukiman padat milik warga.

Pasukan Oranye sedang mengumpulkan dan mengangkat sampah di Kali Cideng, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (2/1/2018).
Pasukan Oranye sedang mengumpulkan dan mengangkat sampah di Kali Cideng, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (2/1/2018). (Warta Kota/Henry Lopulalan)

Apalagi, lokasi tidak dapat diakses dengan menggunakan alat berat lantaran jalan hanya berupa gang sempit.

"Pengerukan ini sudah kita lakukan sejak tahun 2015, pekerjaan dimulai dari arah Jatibaru, Gambir sampai perbatasan BKB (Banjir Kanal Barat-red) di Kebon Melati, Tanah Abang. Tapi karena lokasi sempit dan penuh endapan, pekerjaan kita bertahap - ditumpuk dan didorong," jelasnya.

Karena itu, lanjutnya, walau pengerukan sudah berjalan selama beberapa bulan, titik pengerukan masih berada di wilayah Jatibaru saat ini.

Namun, diyakinkannya jika pekerjaan akan selesai sekira sebulan mendatang, mengingat titik Kali Cideng wilayah Jatibaru sudah selesai dilakukan.

"Pola pengerukan kita memang lakukan dari hilir ke hulu, jadi air bisa lancar mengalir. Pekerjaan ini bertahap kita kerjakan, karena lokasi memang nggak kejangkau kalau pakai alat berat sedangkan luasan pekerjaan sangat panjang," tutupnya. (*)

Penulis: Desy Selviany
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved